Sekuel

kelak ketika usia tua datang, ingatan kembali dihidupkan. lalu tiba-tiba ada yang tumbuh dari waktu, deretan kata yang pernah engkau semaikan ke telingaku waktu itu, puluhan tahun lalu. janji yang pernah mati-terkubur rongsokan ingatanku dan ingatanmu yang berkarat itu.

kelak ketika usia tua datang, janji kembali menagih dan menguji. kata-kata lamamu akan tumbuh jadi sebatang pohon yang lagi dan lagi gugur daun-daun dan bunganya, seperti raut dan rambut kita di hadapan maut.

untuk itu aku menyiapkan puisi ini sebagai lahan bagi pohon yang kelak biji-bijinya berdahan, beranting, dan beranak-pinak menjadi pohon-pohon lain itu. agar nanti arwahku tenang sebagai seekor burung hutan.

2007

Iklan

2 thoughts on “Sekuel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s