Filed under puisi

sejumlah #sajakcinta di radio

semua sajak di bawah ini direkam dan diudarakan oleh i-radio makassar. puisi-puisi itu diambil dari dua buku terbaru saya: tokoh-tokoh yang melawan kita dalam satu cerita dan sudahkah kau memeluk dirimu hari ini? catatan: jika anda tertarik mendengar pembacaan puisi saya yang lain, silakan berkunjung ke sini. jika anda tertarik memiliki kedua buku saya, silakan … Baca lebih lanjut

Puisi tentang Doa yang Terbata-Bata

Entah mengapa selalu aku bayangkan puisi ini doa seorang anak kecil yang terbata-bata. Tuhan, maukah Kau mengatakan kepada bapak agar dia berhenti bercita-cita seperti anak kecil? Dia ingin dunia dan isinya jadi tabungan keluarga. Katanya untuk masa depan aku, padahal aku tak mau menanggung dosa itu. Tuhan, tolonglah aku! * Entah mengapa selalu aku bayangkan … Baca lebih lanjut

Di Kafe. Di Depan Fort Rotterdam.

—mrp beberapa menit sebelum konser senja dimulai, seperti janjimu, kau datang dengan rok selutut membawa perpustakaan di pelukanmu menemuiku duduk menghadap ke barat dengan asap rokok yang dihembus berat. kau duduk dan bertanya: apakah kau sudah siap mendengar aku membaca buku? aku menjawab dengan bertanya: apakah kau sudah siap menemani aku membaca buku? kau membuka … Baca lebih lanjut

Riwayat Dinding dan Dingin

1. kami bersandar merapatkan punggung masing-masing pada dinding. ia tiba-tiba bertanya: untuk apa dinding diciptakan? dinding, kataku, dibuat untuk memisah-misahkan. yang satu jadi dua atau jadi bilangan-bilangan berlainan, jadi kawan dan lawan, jadi ada aku jadi ada kau. sebab, sesungguhnya, sebelum ada dinding, segala sesuatu hanya satu. hanya satu. aku bangkit dan membuka daun-daun jendela. … Baca lebih lanjut

Sekuel

kelak ketika usia tua datang, ingatan kembali dihidupkan. lalu tiba-tiba ada yang tumbuh dari waktu, deretan kata yang pernah engkau semaikan ke telingaku waktu itu, puluhan tahun lalu. janji yang pernah mati-terkubur rongsokan ingatanku dan ingatanmu yang berkarat itu. kelak ketika usia tua datang, janji kembali menagih dan menguji. kata-kata lamamu akan tumbuh jadi sebatang … Baca lebih lanjut

resep sederhana mengawetkan cinta

—ditayangkan ulang menjelang pernikahan sepasang sahebat saya, faisal syahreza dan sayidah anis jika anda mendengar atau membaca kalimat sederhana entah dari siapapun, entah di mana, catat atau ingatlah satu atau dua kata dari kalimat tersebut. masukkan kata-kata itu ke dalam sebuah puisi sederhana. tak perlu memaksa diri menulis puisi yang, katakanlah, terlalu berbunga-bunga. di bawah … Baca lebih lanjut

dari arsip lama: sejumlah sajak cinta

sajak buat istri yang buta dari suaminya yang tuli maksud sajak ini sungguh sederhana. hanya ingin memberitahumu bahwa baju yang kita kenakan saat duduk di pelaminan warnanya hijau daun pisang muda, tetapi yang membungkus kue-kue pengantin adalah daun pisang tua. memang keduanya hijau, tetapi hijau yang berbeda, sayang. di kepalamu ada bando berhias bunga, kau … Baca lebih lanjut

puisi yang pohon

apa yang hendak dikatakan kata-kataku? cangkang belaka kata-kataku. rumah berpenghuni rasa penasaran. kue keberuntungan berisi ‘maaf, anda tidak beruntung!’ aku pula penuh kekosongan atau kau, pengungsi anonim yang lapar. butuh buah kata-kata. aku ingin menjadikan kata-kata sebagai mata-mata. mampu menciptakan sesuatu yang terlihat dan menangkap kau. aku selalu bicara, tetapi kata-kataku tidak. aku mengisi kata-kata … Baca lebih lanjut

waktu dan musim ibu

ibuku berdoa di balikpapan. aku ada di satu-satunya pukul 5 pagi hari ini. dari makassar, aku ingin bisa menulis satu puisi untuknya, sebelum senyum gadis tetangga mengalahkan aku. dia juga puisi. ramah melintas di depan rumah. matahari yang masih segar acap mengalihkan kata-kataku menjadi milik gadis itu. aku sudah tua, usiaku mulai sering mengeluhkan takut … Baca lebih lanjut