Puisi tentang Doa yang Terbata-Bata

Entah mengapa selalu aku bayangkan puisi ini
doa seorang anak kecil yang terbata-bata.

Tuhan, maukah Kau mengatakan kepada bapak
agar dia berhenti bercita-cita seperti anak kecil?
Dia ingin dunia dan isinya jadi tabungan keluarga.
Katanya untuk masa depan aku, padahal aku tak
mau menanggung dosa itu. Tuhan, tolonglah aku!

*

Entah mengapa selalu aku bayangkan aku
bapak sedang diam-diam menangis membaca
puisi ini, doa anak yang terbata-bata ini.

Terima kasih, Tuhan, Kau jadikan anakku puisi.

*

Juga entah mengapa selalu aku bayangkan kau
ibu dari anakku dan doanya, juga puisi ini.

Makassar, 2007

2 thoughts on “Puisi tentang Doa yang Terbata-Bata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s