Musikalisasi ‘Hukum Kekekalan Tawa’ dalam Dua Versi

Menyenangkan melihat beberapa judul puisi dalam buku terbaru saya, Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita, berubah menjadi lagu di tangan sejumlah orang. Salah satu puisi itu adalah Hukum Kekekalan Tawa.

Berikut ini ada dua versi musikalisasi puisi Hukum Kekekalan Tawa.

1. Versi Iip Pannyiwi dan Fattah Tuturilino. Versi ini jadi original soundtrack sebuah film berjudul Aliguka.

*

Hukum Kekekalan Tawa

Sejak mula hadir di dunia
lalu mampir dari bibir ke bibir
tawa tidak pernah bertambah
besar, tidak pernah bertumbuh
subur, tidak pernah berkurang
dan tidak pernah berkembang.

Jika di sepasang bibir ada
tawa yang sedang pecah
disepasang bibir lain tiada
tawa yang merekah.

Begitulah tawa lahir
dan hidup menyandang takdir.

Seperti kini, di kejauhan sana
saat engkau tertawa bahagia
bibirku yang tawar tanpa tawa
menjadi asin oleh airmata.

*

2. Versi The Vuje. Versi ini ditampilkan pada peluncuran buku saya awal bulan lalu. Saya menyukai karya-karya band ini.

*

Iklan

4 thoughts on “Musikalisasi ‘Hukum Kekekalan Tawa’ dalam Dua Versi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s