when love is not madness, it is not love.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

saya bertemu lelaki itu tiga tahun lalu pada suatu sore, di pasar yang sudah sepi di kaki gunung. saya tidak tahu siapa namanya. dia tidak mengatakan apapun ketika saya mengajaknya berbincang. dia cuma sesekali tersenyum di sela-sela tatapannya yang juga tidak saya pahami.

saya penasaran dan bertanya kepada sejumlah orang di sekitar tempat itu. semua orang menceritakan kisah yang sama perihal lelaki itu kepada saya. istrinya, perempuan yang sangat dia cintai, meninggal pada suatu sore. dia sedih. sedih sekali. sejak hari itu, dia tidak pernah lagi bicara. dia gila, kata mereka.

saya ingat kalimat pedro calderon: when love is not madness, it is not love.

Iklan

21 thoughts on “when love is not madness, it is not love.

  1. foto dan tulisan yang keren…
    begitu kuatnya cinta, tapi ada saja orang yang sanggup tak gila, atau gilanya hanya sesaat, padahal katanya selamanya dia cinta. hmmm, gila sesaat? karena mungkin setelah itu dia berinisiatif mencari kegilaan yang lain :D. haha.

  2. ๐Ÿ™‚ yang aku tau namamu Aan Mansyur,lain dari itu aku tidak tau apa2 selain mungkin jatuh cinta padamu,tapi ntah padamu atau pada tulisanmu aku hampir gila

  3. wow, bapa ini semacam menggadaikan kenormalannya pada perasaan bebas yang mereka sebut gila.
    tapi saya menyebutnya perasaan bebas akan mencintai satu orang.
    seperti sebuah roti buaya barangkali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s