Riwayat Dinding dan Dingin

1.

kami bersandar merapatkan punggung masing-masing
pada dinding.

ia tiba-tiba bertanya:
untuk apa dinding diciptakan?

dinding, kataku, dibuat untuk memisah-misahkan.
yang satu jadi dua atau jadi bilangan-bilangan berlainan,
jadi kawan dan lawan,
jadi ada aku jadi ada kau.

sebab, sesungguhnya, sebelum ada dinding,
segala sesuatu hanya satu. hanya satu.

aku bangkit dan membuka daun-daun jendela.
di luar, hujan diguyurkan pada pohonan dan jalanan.

ia memandangku dengan keheranan yang tak biasa,
seolah matanya berkata aku sedang tak waras.

2.

ia berdiri dan berjalan menuju jendela,
melihat hujan yang membuat orang gegas berjalan,
dan rumput-rumput bergigilan.

setelah dinding-dinding didirikan, kataku,
orang-orang membuat cela, membuat jendela.

untuk apa, tanyanya.

untuk mengantarkan uap hujan dan jari-jari angin.
untuk menghasilkan cuaca dingin

ia masih berdiri di ambang jendela menghadap ke luar,
mengamati hujan dan para pejalan.
aku berdiri di dekatnya, bersandar di dinding menghadap ke dalam,
menunggu pertanyaan lain ia lontarkan,
tetapi ia hanya diam.

cuaca dingin membuat tangannya menjemput tanganku,
membawanya berkeliling di pinggangnya.
aku menariknya ke depanku. rapat. dan memeluknya

aku berbisik di telinganya:
apakah kau mau tahu untuk apa cuaca dingin diciptakan?

agar yang terpisah direkatkan.
agar yang aku dan yang kau disatukan.

aku mengerti,
aku mengerti,
aku mengerti,
katanya berkali-kali.

kita mengerti, kataku.

di luar, hujan masih deras dijatuhkan.
orang-orang masih gegas berjalan,
sambil menyatukan jemari kiri dan kanan.
dan pohon-pohon menangkupkan daunan.
begitu juga rerumputan

2006

Iklan

14 thoughts on “Riwayat Dinding dan Dingin

    • salam kenal kak..:) numpang baca ya..:)
      suka banget kata2 ini..
      “apakah kau mau tahu untuk apa cuaca dingin diciptakan?

      agar yang terpisah direkatkan.”
      keep writing 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s