Puisi-Puisi Cinta Ini Berharap Bisa Memeluk Kamu Segera

Catatan: Saya mengambil 14 judul puisi (sesuai tanggal lahir saya) dari 128 judul puisi yang akan terbit dalam himpunan puisi terbaru saya, Sudahkah Kau Memeluk Dirimu Hari Ini?, untuk teman-teman nikmati lebih awal. Keempatbelas puisi itu secara acak saya comot dari empat bab yang ada di buku yang segera bisa dipesan via @katabergerak itu. Lebih … Continue reading »

Sudahkah Kau Memeluk Dirimu Hari Ini?

sudahkah kau memeluk dirimu hari ini? masih aku ingat pertanyaanmu itu dulu aku tak bisa menjawabnya tetapi begitulah kau, selalu begitu, jika ada pertanyaan kau lontarkan sudah kau siapkan juga jawaban lenganmu memang terlalu pendek buat tubuhmu tetapi tentu saja cukup panjang buat tubuhku lalu kau merasuk ke dalam pelukanku dan berdiam di sana … … Continue reading »

Musikalisasi ‘Hukum Kekekalan Tawa’ dalam Dua Versi

Menyenangkan melihat beberapa judul puisi dalam buku terbaru saya, Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita, berubah menjadi lagu di tangan sejumlah orang. Salah satu puisi itu adalah Hukum Kekekalan Tawa. Berikut ini ada dua versi musikalisasi puisi Hukum Kekekalan Tawa. 1. Versi Iip Pannyiwi dan Fattah Tuturilino. Versi ini jadi original soundtrack sebuah film … Continue reading »

Aan Mansyur di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki

Reblogged from katabergerak: Selama Dua Jam Aku Berpikir tentang Pikiran Kamu Di dekat jendela, di kursi 25A Sriwijaya, aku mengikat diri. Ini perjalanan dari Makassar ke Jakarta, penerbangan dari timur ke barat melintasi langit Oktober yang bingung pada perangai sendiri. Aku tak mampu terpejam dan bermimpi, selama dua jam aku cuma mampu berpikir tentang pikiran … Continue reading »

Kenapa Saya (Masih) Menulis Puisi

Saya tidak betul-betul tahu alasan kenapa saya memutuskan menulis puisi. Barangkali ini ada hubungannya dengan kebosanan dan kesepian saya waktu kecil. Saya menemukan kesepian dan kebosanan penuh keindahan. Dengan kebosanan, saya jadi sering bertanya kepada macam-macam benda dan peristiwa. Saya juga bepergian ke banyak tempat dan membuat banyak teman hayalan. Waktu kecil saya terobsesi ingin menjadi pemain … Continue reading »

Kamar Mandi

Kadang saya berpikir bahwa tempat paling suci dan menyenangkan di bumi ini adalah kamar mandi. Cuma di kamar mandi saya bisa merasa aman dan nyaman telanjang, apapun maknanya, sambil memikirkan banyak perihal. Kamar mandi adalah tempat saya membersihkan tubuh saya sambil tersenyum dan bernyanyi kecil memikirkan orang yang saya cintai. Orang yang kita pikirkan sambil … Continue reading »

Dugaan, Kegembiraan, dan Senyum

1. Dugaan Saya selalu berdoa agar diberi kesempatan kedua atau kesekian. Saya tidak suka cuma bertemu sekali dengan orang lain. Saya sering merasa meninggalkan kesan pertama yang buruk di pikiran orang lain. Dua malam lalu, dua orang kawan di linikala Twitter membuat saya sadar bahwa orang bisa dengan mudah hidup bersama dugaan-dugaan yang didapatkan pada … Continue reading »

Pagi dan Sepasang Catatan Kecil

1. Perhatian Saya sering memikirkan kata itu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata itu berasal dari kata ‘hati’ yang mendapat awalan dan akhiran. Saya sendiri menganggap ‘perhatian’ terdiri dari dua kata. Kata itu terbuat dari hati yang kita sisipkan ke dalam peran. Keduanya adalah kata yang baik. Semua orang membutuhkan perhatian, bahkan yang mengaku paling perkasa … Continue reading »

Sejumlah Perihal Tidak Penting

APRIL 2012 adalah bulan yang membahagiakan bagi saya. Ada sejumlah hal istimewa menimpa saya. Beberapa di antaranya adalah berikut ini. 1. Buku puisi terbaru saya, Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita, mendapat sambutan menggembirakan. Tiga buku puisi saya sebelumnya, meskipun cukup susah menemukannya lagi, membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa sampai di tangan pembaca. … Continue reading »