puisi yang pohon

apa yang hendak dikatakan kata-kataku? cangkang belaka kata-kataku. rumah berpenghuni rasa penasaran. kue keberuntungan berisi ‘maaf, anda tidak beruntung!’ aku pula penuh kekosongan atau kau, pengungsi anonim yang lapar. butuh buah kata-kata. aku ingin menjadikan kata-kata sebagai mata-mata. mampu menciptakan sesuatu yang terlihat dan menangkap kau. aku selalu bicara, tetapi kata-kataku tidak. aku mengisi kata-kata … Baca lebih lanjut

lima pertanyaan perihal bakso

1 Sejak kapan ada warung bakso di kota kabupaten ini? Kenapa kamu tiba-tiba ingin menjadi seorang peneliti? Saya lebih senang melihat kamu sebagai seorang istri mengenakan baju terusan dengan perut hamil tiga bulan. Waktu itu kamu kelas enam sekolah dasar. Saya kelas satu tsanawiyah. Rok kamu masih pendek dan merah. Sementara biru celana saya baru … Baca lebih lanjut

waktu dan musim ibu

ibuku berdoa di balikpapan. aku ada di satu-satunya pukul 5 pagi hari ini. dari makassar, aku ingin bisa menulis satu puisi untuknya, sebelum senyum gadis tetangga mengalahkan aku. dia juga puisi. ramah melintas di depan rumah. matahari yang masih segar acap mengalihkan kata-kataku menjadi milik gadis itu. aku sudah tua, usiaku mulai sering mengeluhkan takut … Baca lebih lanjut

menerjemahkan sebuah lagu lama

Betapapun saya telah berusaha keras menulis baris demi baris puisi, masih pantas saya malu kepada kemampuan orang-orang terdahulu. Satu lagu [berbahasa Bugis, bahasa ibu saya] di bawah ini adalah buktinya. Betapa puitis lagu itu, apalagi saat dinyanyikan. Sebagai orang yang tinggal jauh dari keluarga, saya suka menyanyikan lagu itu, utamanya menjelang petang. Saya berusaha menerjemahkannya, … Baca lebih lanjut

sejumlah hal yang membuat buku ini kejutan bagi saya

– Sebuah sok-pengantar untuk kumpulan prosa Andi Gunawan, Kejutan! 1. Saya tak pernah bertemu penulis bernama Andi Gunawan—kecuali beberapa kali saling sapa di linikala Twitter. Namun sejak pertama membaca namanya, saya merasa dia bukan orang asing. Nama depannya akrab sekali di telinga saya. Tiga mantan pacar saya menggunakan nama ‘Andi’ di depan namanya. Saya merasa buku ini … Baca lebih lanjut

tiga catatan kecil sebelum tidur

1 mimpi buruk selalu tiba sebelum aku tertidur: usai menutup pintu dan memadamkan lampu, kau datang menyalakan seluruh masa lampau. 2 di antara semua yang aku jaga dalam ingatan dan semua yang kau pelihara dalam kenangan ingin sekali aku bangun sebuah persimpangan tempat di mana sekali lagi kita akan berpapasan sejenak saling bertukar pandang atau … Baca lebih lanjut

hantu penyanyi

Ia menekan-nekan tuts keyboard mengetik kata ‘piano’ lagi dan lagi, juga titik dan koma, sambil dalam hati menyanyikan lagu ciptaan sendiri—yang ia hafal sisa beberapa bagian: 1. Berdering-dering ‘halo’ yang aku kirim sejak bertahun-tahun lalu belum kau jawab hingga sekarang. Aku tahu kau dengar. 2. Kepalaku kampung, dipenuhi anak kecil yang berlarian mengejar bayang-bayang mereka … Baca lebih lanjut

jam berapa semalam mataku mati terpejam?

setiap malam selalu ada saat ketika percakapan kita terhenti dan aku tertidur aku tidak pernah paham kenapa aku tak mampu merasakan kapan tepatnya detik-detik jam menjatuhkan aku ke dalam kubur tidur juga tidak pernah bisa mengingat-ingatnya tidak ada orang, tidak ada kecuali engkau yang tahu waktu saat aku meninggalkanmu masih dengan mata dan senyum menyala … Baca lebih lanjut

tiga surat pendek

1. saya tersenyum untuk menghangatkan airmata ketika membaca puisi yang kamu kirim hari ini. kamu memasak makanan kesukaan saya untuk sarapan dan makan siangmu. kamu membuat segelas jus tomat untuk menemanimu menjahit baju buat cucu-cucumu. kamu membaca surat saya, seolah meninabobokan rindumu yang selalu kumat. kamu menyiram bunga dan memberi makan kucing-kucingmu sambil mendoakan saya. … Baca lebih lanjut