menikmati malam natal di ambon

~ bersama @iphankdewe sepanjang malam kami tak terpejam. dari pucuk bukit tempat barak-barak pengungsi pernah berdiri, kami menyaksikan langit yang semula tidur bagai bayi tiba-tiba jadi lautan cahaya. cahaya. cahaya. sebuah bah cahaya. kota ambon mata-air-cahaya. dari ribuan rumah bermancuran cahaya, kemudian pecah di udara bermekaran sebagai kegembiraan warna-warni. ledakan-ledakannya adalah hentakan musik hip-hop. tidak … Baca lebih lanjut

hari pertama januari

pagi pertama, pukul lima. kamu lelah, masih lelap memeluk sehelai kertas berisi puisi yang aku tulis tergesa-gesa seperti senja terakhir tahun kemarin. aku mendekatkan telinga kananku ke telinga kirimu berusaha mendengar gaung mimpi dalam dirimu. aku mendengar suara-suara kesiur. aku bayangkan angin di ketinggian, penuh berisi kepak sayap burung berwarna cerah yang tidak pernah hinggap … Baca lebih lanjut

sepasang pohon gerbang

saban jelang lebaran sepasang pohon itu mengajak pulang mereka berdiri menjaga kampungku dari para pendatang itulah mengapa orang memberi nama pohon gerbang kalian akan paham jika suatu kali datang bertandang pohon sepasang itu sudah amat tinggi menjulang batang kokoh dan daun-daunnya sungguh rindang melihatnya aku selalu berpikir mereka dua orang satu berdiri di kanan jalan, … Baca lebih lanjut

menyusur jalan menjelang pagi

aku menikmati lampu-lampu jalan satu persatu padam bagaikan daun-daun cahaya berguguran begitu saja aku menyaksikan segenap bayang-bayang berbaring menyatu dengan jalan sebelum matahari juga pagi datang dan mereka sekali lagi dihidupkan dan tiba-tiba saja aku mau kau ada berjalan di sisiku tanpa bicara.

Dua Puisi untuk Huruf Kecil di Blog Hasan Aspahani

Apa yang Kulihat pada Linimasa Seseorang yang Selalu Menulis dengan Huruf Kecil tentang Apa yang Mereka Saksikan dari Jendela Mereka 1. ADA seseorang yang entah di mana, dia melihat kebun binantang langit, dan awan-awan adalah hewan jinak yang lucu. Apakah kau melihat langit dan awan-awan itu juga? Di jendelaku, langit seperti kanvas di sudut kamar, … Baca lebih lanjut

selama dua jam aku berpikir tentang pikiran kamu

DI DEKAT jendela, di kursi 25A Sriwijaya, aku mengikat diri. Ini perjalanan dari Makassar ke Jakarta, penerbangan dari timur ke barat melintasi langit Oktober yang bingung pada perangai sendiri. Aku tak mampu terpejam dan bermimpi, selama dua jam aku cuma mampu berpikir tentang pikiran kamu. Pikiran kamu seperti langit—lapang dan senang berubah warna. Aku cuma … Baca lebih lanjut

sembilan teka-teki

Teka-Teki Para Tukang Kayu kami gagang sapu, gamang mencintai sampah yang lebih mencintai lantai rumahmu. kami ranting-ranting mati muda, kembali jadi tanah oleh ulah mereka yang bermata kapak, semata mampu melihat batang dan getah luka. kami jendela tidak utuh. separuh diri kami kaki meja belajar anakmu, terpisah bagai perantau jauh dari keluarga. kami remah-remah pohon … Baca lebih lanjut

sebuah buku kecil: puisi 20 bab

Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita –untuk yang kita sebut Indonesia 1. Kunang-Kunang Merah yang hidup dari menghirup dendam kuku-kuku orang-orang raib, penunggang aib atau penanggung alasan gaib— kuku orang-orang yang pernah kita desak masuk bertumpuk di lubang-lubang kubur sempit dan kita yang tubuhnya semakin mayat berharap tumbuh, bisa mengalahkan nyali atau mengalihkan nyala … Baca lebih lanjut