Filed under persembahan

when love is not madness, it is not love.

saya bertemu lelaki itu tiga tahun lalu pada suatu sore, di pasar yang sudah sepi di kaki gunung. saya tidak tahu siapa namanya. dia tidak mengatakan apapun ketika saya mengajaknya berbincang. dia cuma sesekali tersenyum di sela-sela tatapannya yang juga tidak saya pahami. saya penasaran dan bertanya kepada sejumlah orang di sekitar tempat itu. semua … Baca lebih lanjut

Gambar Mirip Ibu

AKU baru saja pindah kerja dan menempati ruangan baru. Barangkali bekas pemilik ruangan ini sengaja memasang di dinding dekat meja kerjaku, bingkai berisi gambar repro seorang perempuan yang pernah berperan di sebuah film lama. Dia telentang telanjang di hamparan rumput warna hijau-coklat. Kesepian sekali dia di mataku. Payudaranya aku lihat bagai bukit yang tak ditumbuhi … Baca lebih lanjut

sejumlah hal yang membuat buku ini kejutan bagi saya

– Sebuah sok-pengantar untuk kumpulan prosa Andi Gunawan, Kejutan! 1. Saya tak pernah bertemu penulis bernama Andi Gunawan—kecuali beberapa kali saling sapa di linikala Twitter. Namun sejak pertama membaca namanya, saya merasa dia bukan orang asing. Nama depannya akrab sekali di telinga saya. Tiga mantan pacar saya menggunakan nama ‘Andi’ di depan namanya. Saya merasa buku ini … Baca lebih lanjut

tiga surat pendek

1. saya tersenyum untuk menghangatkan airmata ketika membaca puisi yang kamu kirim hari ini. kamu memasak makanan kesukaan saya untuk sarapan dan makan siangmu. kamu membuat segelas jus tomat untuk menemanimu menjahit baju buat cucu-cucumu. kamu membaca surat saya, seolah meninabobokan rindumu yang selalu kumat. kamu menyiram bunga dan memberi makan kucing-kucingmu sambil mendoakan saya. … Baca lebih lanjut

menyusur jalan menjelang pagi

aku menikmati lampu-lampu jalan satu persatu padam bagaikan daun-daun cahaya berguguran begitu saja aku menyaksikan segenap bayang-bayang berbaring menyatu dengan jalan sebelum matahari juga pagi datang dan mereka sekali lagi dihidupkan dan tiba-tiba saja aku mau kau ada berjalan di sisiku tanpa bicara.

selama dua jam aku berpikir tentang pikiran kamu

DI DEKAT jendela, di kursi 25A Sriwijaya, aku mengikat diri. Ini perjalanan dari Makassar ke Jakarta, penerbangan dari timur ke barat melintasi langit Oktober yang bingung pada perangai sendiri. Aku tak mampu terpejam dan bermimpi, selama dua jam aku cuma mampu berpikir tentang pikiran kamu. Pikiran kamu seperti langit—lapang dan senang berubah warna. Aku cuma … Baca lebih lanjut

sebuah buku kecil: puisi 20 bab

Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita –untuk yang kita sebut Indonesia 1. Kunang-Kunang Merah yang hidup dari menghirup dendam kuku-kuku orang-orang raib, penunggang aib atau penanggung alasan gaib— kuku orang-orang yang pernah kita desak masuk bertumpuk di lubang-lubang kubur sempit dan kita yang tubuhnya semakin mayat berharap tumbuh, bisa mengalahkan nyali atau mengalihkan nyala … Baca lebih lanjut

empat catatan kecil tentang kota

Mengejar Kaki-Kaki Kota Presiden mengubah sepuluh angka kalender yang berwarna hitam menjadi warna merah. Dia paham orang-orang kelelahan mengejar kaki-kaki kota yang larinya semakin laju. “Pulanglah ke desa berehat panjang,” katanya. Dan kita pulang ke desa membawa semua isi supermarket sebagai oleh-oleh, seolah-olah rindu bisa diobati dengan barang-barang itu. Di desa kita beli sawah, ladang … Baca lebih lanjut

telur dadar

aku sungguh-sungguh lapar. dari bingkai jendela kamar, matahari sore terlihat persis telur dadar. matang sempurna dan besar-lebar. tapi telur dadar itu sudah terbagi-bagi. dipotong antena-antena tivi tetangga. kabel-kabel listrik dan telepon. tak ada sedikit pun untuk perutku. aku berusaha menahan airmata tak jatuh teringat lagi telur dadar ibu. dulu aku selalu dapat satu. utuh seperti … Baca lebih lanjut