ketika kemiskinan dan pacar ulang tahun pada hari yang sama

“share hal-hal yang harus dilakukan saat pacar ultah tapi kitanya lg gak punya duit yuk!” – @wira_panda

baiklah, wira, saya beri tahu satu hal: ulang tahun pacar saya, entah kenapa, selalu bersamaan dengan ulang tahun kemiskinan saya. iya, sekarang saya jomblo. maksud saya, mantan-mantan pacar saya. di tulisan ini, akan saya ceritakan tiga kisah di antaranya.

*

pacar pertama saya, namanya riana, dia berulang tahun setiap tanggal 1 januari. tahun pertama kami pacaran, waktu itu kami masih berseragam sekolah menengah atas, saya bingung ketika dia berulang tahun. saya tidak tahu harus memberi hadiah apa.

kami sama-sama pemalu. kami bertemu nyaris setiap hari, termasuk pada hari minggu. letak rumah kami tidak jauh. kami punya kebiasaan yang sama: berkirim surat. setiap hari, di depan perpustakaan sekolah, kami bertukar surat. iya, sejak kecil saya memang suka surat-suratan dengan banyak orang, termasuk dengan ibu saya meskipun kami tinggal serumah.

waktu riana berulang tahun, saya memberinya dua album koleksi perangko yang saya kumpulkan sejak kecil. album itu berisi perangko-perangko langka. dia senang dan menghadiahi kemiskinan saya hari itu dengan ciuman pertama. lumayan! hahaha.

*

ini bukan tentang riana, tetapi tentang seorang pacar saya semasa saya kuliah. saya sering memanggilnya kukila. kami juga suka surat-suratan. kami membeli satu buku tebal untuk saling berkirim surat. jika malam ini buku itu ada di kamar saya, kewajiban saya adalah membalas surat yang dia tulis di halaman sebelumnya ketika buku itu ada di kamarnya, dan sebaliknya. begitu terus selama beberapa tahun, hingga kami putus.

berikut ini, salinan surat saya waktu dia berulang tahun. saya pernah memajangnya di blog ini. hahaha.

hari ini saya sedang tak punya uang untuk membeli kado untuk kamu. saya takut menambah jumlah hutang yang sudah terlalu banyak dengan meminjam lagi kepada teman. saya hanya ingin memberi kamu janji. sekali lagi.

kamu boleh memilih salah satu dari beberapa janji berikut ini. sebelum salah seorang di antara kita tersangkut maut, saya akan melunasinya.

1

saya akan membawa kamu semalam ke paris atau roma atau kota mana pun di luar negeri yang kamu mau. saya akan membawamu ke sana tanpa perlu kita meninggalkan rumah apalagi memesan tiket pesawat.

saya akan mendekorasi salah satu ruangan di rumah kita kelak menyerupai sebuah restoran di kota yang kamu pilih. seindah dan semirip mungkin. menata ruangan tentu tak terlalu rumit. saya akan membeli bahan-bahan yang murah dari salah satu toko di sekitar rumah. saya akan meminta anak-anak kita mengenakan seragam pelayan dan berbicara dengan bahasa dan aksen kota tersebut. mereka akan menghidangkan kepada kita makanan dan minuman khas mereka.

seusai makan, kita akan memasuki kamar yang juga sudah ditata serupa kamar hotel paling cantik di kota tersebut. kita akan menghabiskan malam di kamar tersebut. berdua saja.

2

saya akan mengajak kamu menginap semalam di salah satu panti jompo. di sana kita akan membacakan sajak-sajak cinta kepada para penghuninya. dengan begitu kita bisa membayangkan bagaimana kelak kalau kita sudah tua.

3

saya akan membuat sepasang layang-layang. kemudian akan saya ajak kamu ke sebuah padang dan bermain layang-layang sepuasnya di sana. sebab saat itu, mungkin kita sepasang orang dewasa yang mulai ditinggalkan jiwa kanak-kanak. dengan bermain layang-layang sambil menikmati senja hari, kita kembali sepasang anak-anak.

4

saya akan menghidupkan kamu dari tidur-mati di sebuah tengah malam, memasang baju hangat ke tubuhmu dan sepatu pendaki di sepasang kakimu. saya akan mengajak kamu mendaki sebuah gunung. perjalanan mendaki selama beberapa jam dalam kegelapan akan menyiksa kita berdua. saat tiba di puncak gunung saya akan memanggang roti dan mengeluarkan sari jeruk dari tas. kemudian kita sarapan sambil menyaksikan matahari dan kota di bawah kita perlahan bangun pagi.

5

saya akan mengajak kamu ke sebuah mata air, di hulu sebuah sungai. di sana kita akan mandi sepuasnya sampai tulang-tulang kita paling dingin, hingga kita menangis. kemudian saya akan memeluk kamu hingga tulang-tulang kita paling panas, dan kita tertawa.

*

kisah terakhir ini tentang mantan pacar saya yang terakhir. ini rumit karena kami menjalin long distance relationship. saya tidak punya cukup uang untuk mengunjungi kotanya saat dia berulang tahun. seperti saya bilang di awal tulisan ini, pacar dan kemiskinan saya selalu berulang tahun pada hari yang sama.

saya menulis dua puisi untuknya, lalu mengirimnya ke dua koran berbeda. di bawah judul masing-masing puisi itu, saya menulis namanya. berikut ini salah satu puisi itu yang waktu itu dimuat di koran tempo.

payung dan hujan hadiah ulang tahun

~ kepada dian harigelita

1.

sungguh, sudah sejak lama ingin aku menghadiahkan
beberapa jam hujan dan payung di hari ulang tahunmu.

setelah itu aku hendak bertanya: maukah kau mengajak
aku berjalan menyusuri bentang jalanan paling lengang?

2.

“biar aku yang memegang gagang payung, sayang!” aku
mengatakan itu agar hujan kian lebat digigilkan cemburu.

atau kau yang ingin memegang gagang payung? baiklah,
biarkan aku yang memegang ujung rokmu agar tak basah.

3.

dulu, katamu, kau ketemu seorang bocah pria tukang ojek
payung yang pasrah cuma kaubayar dengan satu senyum.

akulah dia. lelaki kecil yang sejak hari berhujan itu berjanji
tak mau mati sebelum sepayung denganmu. meski di mimpi.

4.

suatu hari, aku melihat seorang pria tua berjalan bertongkat
payung yang pernah ia kenakan bersama mendiang istrinya.

doaku: sekali saja, tuhan, izinkan aku duduk di balik jendela
menyaksikan kami berjalan dilindung payung. berengkuhan.

5.

pernah aku mengangankan dari langit berjatuhan payung.
aku berlindung di rindang hujan, juga air mataku sendiri.

pula pernah menginginkan diatapi satu payung, aku dan kau
berbagi headset dan membuat kita tersenyum saat menangis.

6.

telah diciptakan matahari. telah diciptakan hujan. pasti
berjalan sepayung bersamamu ialah menciptakan pelangi.

tapi di satu kamar, entah di mana, ada payung terus basah
mengenang sepasang kekasih berpisah. tak akan payung kita.

7.

pada mulanya sepasang telapak tangan lalu lahir selengkung
payung agar aku memiliki satu lagi cara membuatmu tersenyum.

kekasih, di bawah sempit payung aku dan kau mampu mencipta
jutaan perihal buat dikenang. misal: bergantian mengecup kening.

8.

tanyamu: sesekali, maukah kaulipat payung? kita berjalan saja.
kau amat tahu melukis salah satu pemandangan terindah di dunia.

dari situ aku belajar untuk tak akan pernah mengenakan payung
di bawah airmata yang bisa meluap dari wajahmu. biar aku basah.

9.

kelak ketika salah satu di antara kita dimakamkan, tiada boleh
datang dengan sedih memakai payung hitam seperti di film-film.

akhirnya, biar aku mengatup payung dan mengutip pesan ibuku.
saat senja ia acap berucap: “besok, jangan lupa bawa payung!”

puisi kedua berjudul mengalimatkan dan mengelamatkan waktu itu dimuat di kompas. sayang sekali, puisi itu terlalu panjang untuk saya kutip juga di sini. hahaha. kedua puisi itu ada di salah satu buku kumpulan puisi saya, tokoh-tokoh yang melawan kita dalam satu cerita.

*

begitulah, wira, tiga kisah yang saya tulis karena twitmu malam ini. terima kasih dan kamu boleh tertawa.

33 thoughts on “ketika kemiskinan dan pacar ulang tahun pada hari yang sama

  1. Mustinya sebulan dua bulan sebelum pacar ulangtahun kita sudah rencanakan hadiah apa yang mau dikasih, Kak.🙂 Tapi tak apa kalo kemiskinan itu gantinya jadi puisi bagus begini.

    • Berbeda sekali dengan saya, saya malah rela nabung berbulan-bulan buat beli kado sang Pacar, bahkan sangking pengennya kasih surprise, bela2in buat stop motion, yang hasilnya cuma di bilang niat bener. Hehhe,,..

  2. Ping-balik: ketika kemiskinan dan pacar ulang tahun pada hari yang sama | gummytammyblog

  3. Romantis. Walau kemiskinan datang di hari ulang tahun pacar tapi semua usaha dgn kisah yg berbeda masih sweet menurut saya. Tuhan sisakan satu lelaki seperti ini utk hamba mu ini, eh? Ahaha.
    Janji2 yg terlalu manis utk saya bayangkan 😁😁
    Sorry baper 😂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s