sejumlah perihal sederhana dan dua paket kecil

1.

setelah bulan mei diberi kesempatan menulis bersama sejumlah kawan di twitter dalam kumpulan cerita pendek perkara mengirim senja, sebuah antologi persembahan untuk seno gumira ajidarma, bulan ini hadir kesempatan yang sama. maka terbit perempuan yang melukis wajah, satu antologi cerita pendek bertema hujan bersama sejumlah penulis lain. saya sudah hampir lupa bagaimana caranya menulis cerita pendek sampai kedua tawaran menyenangkan itu datang.

2.

mei adalah bulan yang menggembirakan bagi saya, kumpulan puisi keempat saya, tokoh-tokoh yang melawan kita dalam satu cerita, terbit. buku itu harus menunggu waktu cukup lama sebelum bisa terbit. menggembirakan bukan hanya karena terbit, tetapi mendapat cukup apresiasi, meskipun terbit dengan sistem print on demand. juni adalah bulan yang juga menggembirakan karena kembali satu kumpulan puisi saya terbit, sudahkah kau memeluk dirimu hari ini?. buku itu istimewa karena semacam hadiah kecil kepada diri sendiri setelah menggeluti dunia puisi selama satu dekade. buku itu terdiri dari empat bab yang masing-masing pilihan dari tiga buku pertama saya sebelum tokoh-tokoh yang melawan kita dalam satu cerita ditambah satu bab baru berisi sejumlah puisi-puisi baru.

3.

untuk berbagi kebahagiaan, saya punya dua paket buku berisi keempat buku yang saya sebutkan judulnya di atas untuk pengunjung blog kecil ini. bagaimana cara mendapatkannya? sederhana: anda tinggal menulis di kolom komentar tulisan ini tanggapan anda mengenai karya-karya saya yang pernah anda baca. tidak perlu karya yang ada di salah satu buku tersebut di atas. anda juga boleh menulis perihal karya saya yang ada di blog ini, atau di manapun anda pernah baca, termasuk di twitter. haha. setiap orang hanya boleh berkomentar satu kali ya. saya tunggu komentarnya sampai detik terakhir bulan juni waktu indonesia bagian tengah. saya akan memilih dua orang yang berhak mendapatkan masing-masing satu paket tersebut.

4.

catatan terakhir ini khusus untuk yang sudah mengirimkan cerita dan foto bersama ibu mereka ke email saya. terima kasih, sekadar informasi banyak yang berpartisipasi. saya sudah merampungkan separuh tugas saya mengenai proyek sederhana itu. nantikan penayangannya di blog ini tidak lama lagi.

Iklan

35 thoughts on “sejumlah perihal sederhana dan dua paket kecil

  1. karya kak tomat yang paling saya suka adalah ‘surat cinta yang ganjil’. Pertama kali saya membacanya di tumblr kak tomat. Awalnya saya pikir itu bukan surat cinta, tapi setelah membacanya ternyata itu memang surat cinta yang benar-benar ‘ganjil’

  2. Manis.
    itu sih yang terpikir pertama kali baca tulisan-tulisan Kak Tomat.
    Dari sekian banyak tulisan, entah kenapa aku selalu merinding setiap baca tulisan Kak Tomat tentang ibu.

    1. Setia Itu Pekerjaan yang Baik.
    setelah baca tulisan itu, aku butuh waktu sejenak untuk menormalkan emosi. tulisan itu buagusss!! 🙂
    2. di Tokoh-tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita aku suka sekali bagian Mencatat Ibu Buat Ayah. Lagi-lagi tulisan tentang ibu selalu ‘ngena’ buatku.
    3. kalau yang ini, hmmmm aku suka dengar suara Kak Tomat waktu membacakan di Hadapan Mata Jendela. Seorang tua dan kenangan yang tak bisa berubah warna seperti langit.. keren!!

    aku suka tulisan Kak Tomat!! Kak Tomat bikin aku selalu inget sm ibu.. Kak Tomat pasti sayang sekali ya sama ibu. Manis.. 🙂

  3. Saya tidak tahu pasti dan tidak bisa memberikan beberapa atau bahkan satu saja alasan mengapa saya menyukai puisi Aan, yang saya tahu pasti saya selalu bergetar ketika membaca puisi-puisnya tentang Ibu. Mungkin salah satu sebabnya karena saya juga memiliki ibu yang seorang diri, puisi-puisinya tentang ibu jadi sangat berkesan bagi saya. Puisi-puisi itu saya dapatkan ketika Aan mebagikan puisi-puisinya tersebut bertepatan dengan hari Ibu. Kalau puisi Aan yang pertama saya baca adalah yang pernah dimuat di Koran Kompas Minggu, seingat saya judulnya “Empat Kemungkinan Tempat Ayahku Berada”, semiga saya

  4. membaca, mengikuti, menelaah kemudian berakhir dengan anggukan, senyum kecil bahkan tertawa setiap membaca “Kicauan” Huruf kecil melalui timeline Twitter, dengan perumpamaan sederhana dari kejadian sekitar khususnya tentang cinta, dan perasaan seperti :
    “menjelang senja seperti ini, saya dulu sering bertemu kamu. selebihnya, saya ingin bertemu kamu.”, atau
    “mengingatmu adalah usaha untuk menyelamatkan hidup seseorang. hidupku.” dan banyak lagi.

    adalah hasil olah kata kreatif dari cerebrum otak yang mengakumulasikan daya imajinasi dan kreativitas dalam bagian lobus frontal dan menghasilkan kata-kata imajinatif yang indah bahkan menggelitik dan cerdas.

    huruf kecil one word: AWESOME….creativity and smart word.

  5. Belum pernah saya menemukan akun twitter yang membuat saya begitu terpesona akan rangkaian-rangkaian kata, sesering yang telah dilakukan oleh @hurufkecil. Bukan hanya rangkaian katanya. Cara berpikir dan bagaimana Beliau menumpahkannya ke dalam tulisan juga patut diacungi jempol. Karena selain tidak mudah, tidak semua orang mampu melakukannya, termasuk saya.

    Karena belum pernah bertemu, akhirnya benak saya menggambarkan Kak Tomat versi dirinya sendiri, sebagai sosok yang luar biasa dekatnya dengan sang aksara, dan juga yang telah memperkenalkan saya pada dunia kata-kata. 🙂

  6. Mengenal AanMansyur lewat birahi kata-katanya, seperti seorang anak kecil yg tengah mewarnai lembar bukunya; teramat penuh bahagia. Dan jujur saja, betapa saya jatuh hati lewat petikan pelajaran episode ‘masa lalu’ dari beliau:

    “mereka yang menganggap masa lalu sebagai bencana akan tinggal di masa depan sebagai pengungsi.”

    Suka tidak suka, saya adalah pengungsi, yg sudah tak hendak pulang lagi dari memenuhi wadah tomat berukir hurufkecilmu, Kinan.

  7. membaca tiap kata yang direkatkan oleh sosok ‘huruf kecil’ menambah kecintaan saya pada buah tomat. Ya, karena dari buah pikirnya saya banyak belajar, bahwa kekuatan kata ada pada maknanya bukan ukuran hurufnya 😉

    oiya saya ingin berterimakasih, mengenai twit saya tempo dulu tentang kepanikan saya mempersiapkan hadiah ulang tahun untuk ibu saya, ataupun ketidakPDan saya mengirim surat untuk ayah dihari jadinya. Terimakasih sudah menekan tombol favorit di twit tersebut, namun saya masih berharap jika kakanda bisa membalasnya. Tidak apa terlambat, karena saya yakin ditahun berikutnya saya masih akan tetap bisa merayakan ulangtahun kedua orangtua saya.

    salam @kadekdoi, BALI

  8. jujur, belum pernah baca karya Bang Tomat sekalipun secara langsung. cuma sering baca RTan tuit Abang dari akun Mbak Dhyta atau denger ceritanya dari beliau dan Iphank yang sepertinya terkesan sekali dengan dirimu. kalo orang-orang sehebat mereka aja bisa demikian tergetar ngomongin karya Abang, pasti emang hebat. ini mampir ke sini juga karena ada akun ya tomat-wanabe, jadi keingetan ((=

    nggak, saya nggak mau paketnya. biar nanti beli sendiri aja. kalo “demam tomat”nya udah mereda ((=

    terima kasih sudah menulis.

  9. Manda suka kata2 Tomaat,, sederhana tapi mengena,, entahlah, manda sering bandingin dengan banyak tulisan, tapi tulisan Tomat punya nyawa. G perlu panjang2, g perlu berbelit2, g perlu berfilosofi menggunakan kata2 “aneh”, tulisan tomat udah ngena. Simple tapi pas. Itu yang sulit ditulis oleh penulis. Jadi g perlu berpikir keras untuk memahami tulisannya..hehe 😀

    Manda baca twit dan post tumblr 😉

  10. saya pernah baca postingan di blog ini yang berjudul “surat cinta buar siren” yang dimaksud artis Siren Sungkar. awalnya saya kira pujian buat siren, dan hampir saya mendakwa aan mansyur sebagai pengagum picisan, tapi setelah saya tuntaskan sampai akhir. tulisan itu sebuah krtik manis penuh cinta…saya langsung share di facebopk dan beberapa grup dengan menuliskan catatan tambahan kalau yang ingin belajar nulis,,tulisan dalam blog ini merupaka salah satu guru yang baik….tulisan selalu membuat iri sekaligus inspirasi dalam menemukan bentuk baru penulisan,,,,,

  11. Kamu ingat Aan,

    Saya pernah mengkomentari kamu via twitter bahwa kamu sangat mirip dengan Holden Caulfield tokoh anak usia 15 tahun di The Catcher in The Rye JD. Salinger. Dan, iya, kamu masih seperti itu. Walaupun hidup Holden tidak tepat seperti kamu.

    Tapi kegundahan, kedalaman, kecemasan, cara kalian melihat perwajahan dunia, sedemikian sama. Ketika saya membaca buku itu saya agak frustasi, banyak sekali sinisme yang tak tersampaikan, kerumitan labirin pikiran yang sedemikian sulit untuk dikeluarkan. Labirin pikiran yang melihat dunia dengan cara berbeda. Begitupula ketika saya baca tweet kamu, kadang terang benderang, kadang rumit memuakkan, seringkali sinisme yang sedemikian halus. Bahkan kamu memiliki selera humor bukan kebanyakan. Memahami humormu seperti memahami humor sambil mikir. Lamaaaaaaaa – – ”

    But its you. Dalam laman favorite saya di twitter, bertebaran kata-katamu diantara yang lainnya. Cant helped it! I love words!. Tweetmu kadangkala semacam penyambung lidah. Rasa yang cuman bisa menggelegak di dalam, tapi kita tak tahu membahasakannya dengan apa. Dengan kata, kamu menjelaskan, merunutkan banyak hal. Mencerahkan hari. Menampar wajah. Menusuk dari belakang, you named it lah kelakuan tweet-tweetmu itu.

    Sejujurnya tidak banyak karya kamu yang saya baca, saya lebih banyak membaca tweet random kamu. Puisimu sederhana dan indah, lebih sering rumit, seperti kamu. Saya suka. Tapi saya lebih suka tweetmu yang masih bisa saya mamah dan cerna. Tak tahulah, saya mau menulis apalagi. Tapi saya senang sekali komentar saya ini PASTI kamu baca. Terimakasih untuk tweet-tweetmu yang hadir menemani saya.

    Dan saya tetap menulis huruf kapital mengkomentari kamu, sebab ini saya 🙂

    Salam,
    R

  12. “Nancep !!”

    1kata ini barangkali yang mampu menggambarkan kata-kata yang mas Aan tulis…

    Seperti bergetar, menggelitik dada pas bacanya…
    Saya memang baru mengenalnya lewat akun twiter @hurufkecil ,, tapi tidak Ǻϑǻ salahnya utk bisa mengenalnya lebih dari ini toh ?? 🙂

    Contoh tweetnya :
    “cinta saya jatuh tapi kamu terlalu jauh untuk bisa menangkapnya.”
    Damn!! Gw banget rasanya (⌣́_⌣̀)

    Terus berkarya mas,,
    Kau jadi salah 1 penyair yªªnG menjadi inspirasi saya…

  13. entah sejak kapan saya jadi suka buah tomat ini twitter, dan lucunya lagi baru bulan ini saya sempat mengenalmu sebagai aan mansyur. Yah saya melihatmu di acara MIWF2012 itu. Penampilan yang sederhana, tapi ternyata menyimpan ribuan kata yang selalu menginspirasi banyak orang di dalam pikirannya.

    Saya rasa Indonesia harus bangga punya calon penulis besar seperti anda. Makassar khususnya.

  14. Assalamu alaikum
    Selamat sore, Barakallahu fiikum semoga selalu diberikan keselamatan siapapun kamu, kalian dan mereka yang sedang membaca komentar saya.
    pertama-tama, saya tidak begitu tau siapa itu @hurufkecil atau mungkin dikenal dengan Kak Aan Mansyur, atau siapapun kamu, karena memang, saya sama sekali tidak mengenalnya. tapi siapun dia, semoga selalu dipenuhi inspirasi.
    saya sudah lupa, waktu itu ketika pertama kali membaca timeline hasil retweet dari teman di Twitter. merasa menarik sayapun masuk ke Full profile nya @hurufkecil. semakin dibaca, semakin menarik, dan saya menemukan sesuatu disana. huruf- huruf kecil yang memberikan sejuta makna, inspirasi dan kreatifitas.
    Selamat ya, @hurufkecil menempati trending topic saya saat ini. terus berkarya (y)
    Maaf,
    Saya belum pernah membaca buku-buku dari @hurufkecil , saya bahkan belum pernah melihat covernya secara langsung. dengan berkecil hati dan sedikit memaksa, bolehkah saya memiliki ke 4 buku itu? tapi itu terserah @hurufkecil karena timeline dia, panggung dia. saya pilih sandiwara saya. :p

    Wasalam
    Terima kasih 🙂

  15. Kata-kata hurufkecil itu seperti avatarnya, tomat. Campur aduk, ada manis, asem dan kecut. Huruf kecil, sederhana. Tidak membutuhkan SHIFT untuk mencerna. Aku cuma mau bilang, terima kasih karena telah memberi makna dalam rangkaian-rangkaian kata. 🙂

  16. jujur saja, @hurufkecil itu akun following saya yang ke 500. tidak, saya bukannya terlalu ketinggalan info sampai-sampai tidak tahu ada sebuah akun bernama @hurufkecil. bagaimana bisa menolak pesonamu saat hampir seluruh akun di timeline saya meretweet tweetmu itu. seperti orang yang mencintai diam-diam, saya rutin melihat-lihat timelinemu setiap hari. hanya melihat, tanpa ada keberanian untuk mengklik tombol follow itu. kenapa begitu? saya takut akan salting begitu melihat tweetmu berseliweran di timeline saya. sampai akhirnya kemarin, saya memberanikan diri untuk follow @hurufkecil. yah, ternyata salting itu asyik juga. hahaha. entah sudah berapa tweetmu yang kulihat ada di tab favourite teman-teman. katom suka bermain analogi? begini. katom itu penjahit. tweet-tweet katom itu hasil jaitannya. dan jangan sampai terpikir untuk mengganti @hurufkecil menjadi @tomattailor, terlihat kurang keren. kenapa tomat? boleh kutebak? seperti tomat yang bingung sebenarnya ia buah atau sayur, mungkin kamu juga begitu, masih mencari identitas diri. selain pemalu, aku memang terkenal sok tahu kak. tapi pernah kubaca satu quote, berhentilah mencari maka kau akan menemukan. katom, jangan ngira aku nulis huruf kecil gini biar aku dimenangin ya. males mencet tombol shift, katom.

    semoga usaha jahit-menjahitnya sukses terus.

  17. selamat hari jum’at kak tomat..
    kak aku sangat mengagumi ibumu didalam buku tokoh-tokoh yang melawan kita dalam satu cerita 🙂 beliau begitu terlihat tegar dan aku juga mengagumimu. kamu adalah seorang anak yang sangat romantis. kamu ciptakan puisi-puisi sebagai bentuk suatu kecintaanmu terhadap apapun dan bentuk syukurmu, itu romantis kak. aku sangat suka ceritamu tentang kamu yang suka sekali berkirim surat ke rumahmu kalau kamu bepergian, itu sangat unik dan menarik. pastilah kamu sejak dini te;ah memiliki keunikan ini tersendiri. kak, ibumu pasti senang sekali memiliki anak sepertimu. aku ingin sekali sepertimu menghadiahi ibuku sebuah buku. aku suka menulis sejak dulu kak tapi aku tidak pernah tahu harus menceritakan apa. sejak melihat tulisan-tulisanmu aku tahu hal sekecil apapun akan menjadi inspirasi terindah walaupun itu adalah benda/hal sederhana yang kurang berarti. dan aku sekarang aku punya cara bersyukur yang baru selain doa 🙂 yaitu menulis 🙂
    Terimakasih ^^

  18. karya K Aan yg prtama kali sy bc adlh, Dunia yang Lengang. Sy takjub! “K Aan ini seorang penulis atw ahli matematika? atw malah kduanya??”

    karya kdua, “mnelponlah kekasihku”.. sy tergilagila mmbaca bgmn K Aan mnuliskn kprihatinan sosial ke dlm puisi romantis, hehe.. sy kmudian mmutuskn utk mnjdi fans trfanatik! haha..
    sy mburu workshop pnulisan sastra hingga ke barru (sastra kpulauan) stlah tw, Sajak Cinta yang Marah akan mnunjukkan diri dsana..
    oia, stiap kali sy diberi ksempatan utk baca puisi, sy tidak pernah melewatkn utk mbawakn Menelponlah Kekasihku.. mngapa? krna sy ingin mnegaskn bhw Aan itu orangnya sosial skaligus romantis; dan sy berhasil! Sy jg berhasil di-cap romantis.. haahhah…

    terima kasih K.. K Aan bukanlh sbuah gerbong tapi lokomotif baru dlm kesastraan Indonesia!!

  19. Manis. Membuat saya meringis, pipi bersemu merah. Cerdas. Lewat kata pikiran terbuka seluas-luasnya. Hidup. Setiap kata, seakan memiliki nyawa. Tetap berkarya lewat tulisan-Mu kak Tom. Menikahlah dengan kata. Kalian hebat. I adore you ❤ – @ryaaana

  20. Karya kak Tomat yang paling saya ingat adalah ‘Kepada Hawa’.

    Sebagai perempuan yang pernah mengalami cinta yang belum sempat menemukan kunci utama untuk membuka pintu kebahagiaan agar dapat membuat relasi antar ruang hati, saya merasa puisi Kepada Hawa-lah yang paling mengena dalam kisah hidup saya yang paling abadi, kisah cinta.
    Saya merasa puisi itu bercerita tentang bagaimana seorang perempuan mencintai lelakinya dengan tulus.

    Menurut saya, dalam puisi Kepada Hawa ada sesuatu yang saling bertentangan, yaitu antara lelaki dalam kenyataan dan lelaki dalam pikiran sang perempuan. Setiap hari orang sangat bisa hidup dalam pikiran orang lain. Begitu juga dengan sosok lelaki dalam puisi tersebut. Lelaki itu hidup abadi dalam pikiran perempuan yang mencintainya, meskipun dalam kenyataan mungkin lelaki itu telah meninggal atau pergi dari hidup sang perempuan.

    Kata-kata yang paling saya suka dalam puisi Kepada Hawa adalah “sepanjang usia Tuhan”. Bagi saya itu luar biasa.

    Usia Tuhan… Bahkan kata “lama sekali” saya rasa belum cukup tepat untuk mengungkapkan usia Tuhan. Bayangkan, perempuan itu menyimpan gambaran setia sang lelaki dalam pikirannya sepanjang usia Tuhan, tidak cukup dengan kata “lama sekali”. Bahkan pikiran saya akhirnya tak sanggup memikirkannya. -.-

    Bagian menariknya :
    hawa, aku masih ular yang setia
    mencintaimu sepanjang usia tuhan

    Di bagian ini saya membayangkan seorang adam dengan wajah belang, putih pada sisi kanan wajah mewakili lelaki dalam pikiran baik sang perempuan dan hitam pada sisi kiri wajah mewakili lelaki yang meninggalkan perempuan dalam kenyataan, dengan dua keluaran suara yang berbeda mengucapkan kalimat tersebut kepada seorang hawa yang mencintainya.

    Hmm, itu hanya pikiran saya tentang Kepada Hawa, saya suka puisi ini 😀
    Terima kasih, kak Tom.

  21. tulisan kau itu paradoks, kak huruf kecil.
    saya menemukan perasaan pahit yang dibungkus dengan manis. tulisanmu menganjurkan saya untuk mengingat mantan dengan cara paling menyenangkan haha. kukila mu? pasti dia seorang mantan yang beruntung. :))

    saya memiliki folder khusus puisimu dari laman-laman internet, dari blogmu yang lalu. agar nanti, jika aku ingin mengenang, tulisanmu yang menjadi penawar. hehe. terima kasih kak. :))

  22. pertama aku tahu dan kenal dari @hurufkecil. awalnya aku kira itu semacam acc public twitter, setelah baca tweet dan juga tumblr hurufkecil akhirnya aku putuskan untuk follow kedua akun itu. well, tulisan-tulisan @hurufkecil kadang menggelitik, kadang juga harus mikir keras untuk tahu makna di dalam kata dan kalimat-kalimatnya. kalau soal buku-buku mas aan a.k.a hurufkecil, aku belum pernah baca. ya karena faktor dan sebab yang sebenarnya nggak pantas aku sebutkan di sini. 🙂 jadi aku cuma bisa menikmati tulisan-tulisan mas aan dari tweet atau post tumblr.

    .

  23. cerita kamu di buku yang berjudul perkara mengirim senja dengan judul cerita Celana Dalam Rahasia Terbuat dari Besi itu sangat mengagetkan di ujung kalimat.hehe.aku kagum.bahkan lebih untuk itu. foto kamu di bagian belakang buku dengan menggunakan kaca mata. ya benar bukan? tumblr kamu,twitter kamu dan wordpress kamu. sangat menarik kedua mataku sampai aku baca buku yang seharusnya belum dulu aku baca karena harus menyelesaikan Ujian Akhir. tapi itu sangat menginspirasi aku. mentiond aku yang belum pernah kamu bales :-p
    aku bahkan ingin menggunakan kaca mata agar mata ku kuat menelan huruf-huruf kecil kamu… jangan dilepas ya kaca mata nya… 🙂

  24. Apa yang saya rasakan setiap saya membaca tulisan kak Tomat seperti sedang jatuh cinta. Saya selalu dibuat terbang melayang, kadang dibuat salting sampai senyum-senyum sendiri, tak jarang pula dibuat berpikir semalaman. Tulisan-tulisan kak Tomat begitu jujur, begitu sederhana, namun seakan dapat memporak-porandakan pikiran saya sehingga selalu ingin membacanya terus menerus seperti sedang mencandu. Begitu menghipnotis, juga begitu rendah hati. Selalu menjadi pelipur lara di kala sedih. Terima kasih, kak Tomat. Jangan pernah berhenti menulis. 🙂

  25. Aku mungkin bukan orang pertama yang sulit menilai sosokmu wanita atau pria. Seperti surat cinta yang pernah aku tulis untuk kamu di #30HariMenulisSuratCinta, aku memerhatikanmu diam-diam dari sudut dunia maya tak tersentuh. Waktu aku tidak tahu siapa kamu, kamu jadi penyebab aku mengobrak-abrik Google hanya untuk mencari tahu sosokmu. Nah, kamu ketawa, pasti kamu membayangkan alisku bertemu ketika meneliti setiap deretan huruf di barisan pencarian Google.

    Aku orang normal, yang pasti akan langsung suka dengan cara kamu bercerita dan bertutur. Yang paling melekat di otakku “tomat, ketimun, dan puisi cinta sederhana”. Pasti butuh ketegaran hati untuk menulis bagian “Jus tomat terakhir, kamu bikin seminggu sebelum cincin laki-laki pilihan ayahmu itu melingkar di jari manismu. Saya belum pernah mengatakannya: itulah jus tomat paling enak yang pernah saya minum!”

    Terharu. Satu kata yang masih mendiami otakku. Dalam surat cinta untuk May Ziadah, Kahlil Gibran bilang “Ketika disakiti, seseorang jadi pandai menulis dan bercerita.” Kamu setuju tidak dengan kalimat ini? Apa kamu juga begitu? Tapi, mungkin ada benarnya juga. Soalnya aku gitu sih (padahal kamu enggak nanya) :p

    Aku nulis ini harus pakai microsoft word dulu, entah mengapa setiap detail kata yang aku tulis untukmu harus tanpa cela, seakan-akan harus sempurna. Sekali lagi, padahal kamu gak nanya :p

    dari, Pengagummu yang Pengecut
    @dwitasaridwita

  26. saya memang hanya orang baru, yang belum lama ini juga mengikuti setiap tweet dari @hurufkecil. jadi untuk komentar mengenai buku-buku yang sudah anda tulis, jujur saya belum tahu sama sekali. namun, yang dapat saya sampaikan terutama mengenai setiap kata yang anda lontarkan dalam @hurufkecil sangat sederhana namun megena. iya, kalimat-kalimatnya memang tersusun dari kata-kata yang biasa, namun menjadi hidup ketika saya membaca. saya suka tweet tweet dari @hurufkecil. entah itu ceracau, cerita, sharing, quotes, maupun random thoughts, sangat segar dan tidak berkesan membual.

    dan kini, saya jadi penasaran untuk tidak hanya menyimak detail kecil dari @hurufkecil saja, tetapi juga untuk membedah buku-buku yang telah dibuahkan. hihi

    teruslah menulis di manapun dan sampai kapanpun anda berada bung! 😀

  27. “M Aan Mansyur Penyair Nakal” saya menyimpulkannya setelah membaca puisi “Surat Cinta yang Ganjil”, bagaimana tidak, rentetan kalimat-kalimat yang barangkali sengaja dirapikan menggunakan nomer itu membuat saya berinterprestasi bahwa yang ingin disampaikan dalam puisi tersebut adalah kemampuannya move on dari seseorang yang (pernah) dicintainya. Kembali lagi pada “penyair nakal”, nampaklah kenakalan penyuka tomat itu, ketika di akhir puisi ada semacam catatan bahwa yang ia sengaja membari nomer pada puisi itu untuk menjelaskan bahwa angka ganjillah yang perlu dibaca selebihnya tidak penting, dan itu membuatku gagal move on dari puisinya, saya harus membaca ulang. Dan… betul betul nakal, ternyata isinya “gagal’ move on, seperti adanya saya pada puisi-puisinya. NAKAL!!!! kamu Aan.

  28. dulu… dulu sekali mungkin waktu saya masih maba saya pernah membaca salah satu karya huruf kecil yg judulnya Perempuan, Rumah Kenangan.. ceritanya bagus dan menyentuh.. ttg perempuan,, kampungnya,, hujan dan sebuah perpustakaan..
    telat ya komennya,, tapi tidak apa-apa saya mmg hanya ingin berkomentar dan tidak mengharapkan sesuatu yg lain.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s