Sudahkah Kau Memeluk Dirimu Hari Ini?

sudahkah kau memeluk dirimu hari ini?

masih aku ingat pertanyaanmu itu
dulu aku tak bisa menjawabnya
tetapi begitulah kau, selalu begitu,
jika ada pertanyaan kau lontarkan
sudah kau siapkan juga jawaban

lenganmu memang terlalu pendek buat tubuhmu
tetapi tentu saja cukup panjang buat tubuhku

lalu kau merasuk ke dalam pelukanku
dan berdiam di sana

*

Kutipan di atas adalah potongan dari salah satu puisi saya, Pelukan, satu dari sejumlah puisi saya yang sering dan senang saya bacakan. Bagi saya, seperti sering saya katakan kepada teman-teman saya, menulis puisi adalah memeluk. Tentu saja, membaca puisi adalah balas memeluk.

Setelah terbitnya buku puisi saya, Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita, banyak yang mencari buku-buku puisi saya sebelumnya. Ada tiga kumpulan puisi saya sebelum Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita terbit. Buku-buku puisi adalah Hujan Rintih-Rintih (2005), Aku Hendak Pindah Rumah (2008), dan Cinta yang Marah (2009). Ketiga kumpulan puisi itu tidak lagi dicetak ulang sejak buku itu habis di pasaran, bahkan saya tidak memiliki dua kumpulan puisi yang terakhir itu.

Penerbit Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita berbaik hati ingin menerbitkan ulang buku-buku tersebut. Saya senang sekali. Saya lalu memilah dan memilih puisi-puisi yang secara subjektif saya suka dari ketiga himpunan puisi itu untuk diterbitkumpulkan dalam satu buku puisi yang judulnya sama dengan judul postingan ini. Akhirnya, saya berhasil memilih 14 puisi dari buku Hujan Rintih-Rintih, 64 puisi dari buku Aku Hendak Pindah Rumah, dan 21 puisi dari Cinta yang Marah. Semua puisi itu adalah puisi favorit saya dari ketiga buku tersebut.

Buku Sudahkah Kau Memeluk Dirimu Hari Ini berisi 128 judul puisi, sebab saya menambahkan satu bab baru yang berisi puisi-puisi baru. Buku saya yang akan beredar paling lambat minggu kedua Juni 2012 ini berisi puisi-puisi yang saya tulis dari tahun 2001 hingga tahun 2011. Iya, buku ini semacam hadiah kecil atas perayaan satu dekade saya belajar menulis puisi. Buku Sudahkah Kau Memeluk Dirimu Hari Ini? ini terdiri dari 4 bab dan 128 pelukan.🙂

Saya berharap buku ini mendapat sambutan yang lebih meriah dari Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita yang sampai sekarang masih terus dicari sejumlah pembaca.

Bagi yang penasaran dan ingin membeli buku Tokoh-Tokoh yang Melawan dalam Satu Cerita dan Sudahkah Kau Memeluk Dirimu Hari Ini?, silakan menghubungi penerbitnya, @katabergerak, di Twitter.

Terakhir, saya ingin berterima kasih kepada @adrainy, @flafea, @perduliart, dan @yulianzone. Mereka yang mengerjakan buku Sudahkah Kau Memeluk Dirimu Hari Ini? agar bisa tampil menarik.

9 thoughts on “Sudahkah Kau Memeluk Dirimu Hari Ini?

  1. Ping-balik: Puisi-Puisi Cinta Ini Berharap Bisa Memeluk Kamu Segera « huruf kecil

  2. Ping-balik: Puisi-Puisi Cinta Ini Berharap Bisa Memeluk Kamu Segera ← @hurufkecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s