Pagi dan Sepasang Catatan Kecil

1. Perhatian

Saya sering memikirkan kata itu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata itu berasal dari kata ‘hati’ yang mendapat awalan dan akhiran. Saya sendiri menganggap ‘perhatian’ terdiri dari dua kata. Kata itu terbuat dari hati yang kita sisipkan ke dalam peran. Keduanya adalah kata yang baik.

Semua orang membutuhkan perhatian, bahkan yang mengaku paling perkasa sekalipun.

*

Perhatian sering muncul di depan dua kata yang mirip: cari dan curi. Aneh, sebab pada umumnya kita lebih suka ketika perhatian berdampingan dengan curi, ketimbang cari. Bukankah mencuri lebih jahat daripada mencari?

Kita lebih senang ketika orang lain mencuri perhatian daripada mencari perhatian kita. Entah kenapa.

Saya punya pikiran sendiri dalam urusan mencari perhatian. Sebab perhatian berasal dari kata ‘hati’, saya percaya mencari perhatian adalah hal baik. Mencari perhatian, juga mencuri perhatian, tidak pernah bermasalah bagi saya sejauh dilakukan dengan cara-cara yang baik.

Bagi saya, serendah-rendahnya mencari dan mencuri perhatian adalah yang dilakukan dengan cara menjatuhkan orang lain.

*

2. Mata

Kata ibu saya, kita hidup terlalu banyak menggunakan mata. Saya pikir apa yang dikatakan ibu saya itu betul. Telinga, hidung, lidah, dan kulit kita adalah bagian-bagian tubuh yang lebih sering kita abaikan.

Kita menjelaskan sesuatu lebih banyak menggunakan mata. Bahkan cinta, yang tidak mampu kita lihat itu, sering kita takar dengan mata.

Wajah seseorang barangkali dengan mudah bisa kita lupakan, tetapi aroma tubuh dan suaranya akan bertahan hidup jauh lebih lama.

Saya kira, dalam urusan menulis pun, orang terlalu banyak membuat deskripsi menggunakan mata. Masakan ibu kita, tidak kita rindukan karena warna dan bentuknya. Barangkali aroma dan rasanya yang khas, atau hal lain yang tidak mampu kita inderai, yang membuat kita selalu merindukannya.

Mata adalah satu dari sedikit organ tubuh kita yang tidak tumbuh. Coba bandingkan dengan telinga dan hidung yang terus bertambah besar.

Dibandingkan dengan indera kita yang lain, mata juga lebih sering membuat kita cemburu dan menyepelekan orang lain. Hal-hal terbaik di dunia ini, kata ibu saya, adalah hal-hal yang tidak bisa kita tangkap dengan mata.

Mata memang memiliki keterbatasan. Sekadar contoh, telinga mampu mendengar yang berdetak dalam diri kita, sementara mata sama sekali tidak tahu apa yang terjadi dalam diri kita.

4 thoughts on “Pagi dan Sepasang Catatan Kecil

  1. Reblogged this on penawajdi and commented:
    Bagus sekali Bang. Saya selalu suka membaca tulisan Abang, jernih, mengalir, buah dari suatu proses rasa dan pikir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s