Di Kafe. Di Depan Fort Rotterdam.

—mrp

beberapa menit sebelum konser senja dimulai,
seperti janjimu, kau datang dengan rok selutut
membawa perpustakaan di pelukanmu
menemuiku duduk menghadap ke barat
dengan asap rokok yang dihembus berat.

kau duduk dan bertanya: apakah kau
sudah siap mendengar aku membaca buku?
aku menjawab dengan bertanya: apakah kau
sudah siap menemani aku membaca buku?

kau membuka pintu dadamu.
masuk dan duduklah, katamu. pilih
buku mana yang harus aku baca.

aku mengambil dari rak berdebu
buku bersampul biru. katamu, itu
tentang kedalaman laut dan masa lalu.

usai itu, aku membuka pintu dadaku.
kau masuk dan memilih yang berwarna ungu.
buku tentang ketinggian langit dan masa lampau.

kau trauma pada dalamnya laut.
aku trauma pada tingginya langit.

“hidup di bumi, di atas tanah ini,
bersamamu, adalah yang paling indah,”
kataku dan kau mengulanginya sambil tersenyum.

dan senja, dan senja ke mana ia?
sudah pergi seperti berlari, kata pelayan kafe
yang mengantar gelas kedua dan sebatang lilin
yang sengaja kau matikan apinya.

dalam remang cahaya-cahaya malam,
kita saling bertukar katalog perpustakaan.

ketika kafe harus tutup, kita berjanji
untuk datang ke tempat itu lagi
dan lagi.

2005

8 thoughts on “Di Kafe. Di Depan Fort Rotterdam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s