Kita Saling Mencintai seperti Dua Kutipan Lucu

INI sungguh-sungguh sebuah kutipan yang lucu, bukan?

Kesimpulan adalah tempat istirahat saat lelah berdebat.

Maaf, saya sudah lupa. Kamu ingat berapa jumlah kesimpulan yang pernah kita buat lalu ulang menyusunnya agar terlihat lebih indah dari sebelumnya? Kalimat-kalimat lama itu di mana kita sembunyikan—setelah yang baru kita temukan? Di dalam puisi seorang penyair yang kekurangan metafora. Barangkali.

Kita bercinta seperti sepasang sado-masocist. Tetangga mendengar tangis-teriakan kita lalu mengumbar rasa kasihan dalam gosip-gosip. Sementara kita puas dan mandi seperti sepasang anak kecil dari kota yang baru menemukan sungai yang tidak terbuat dari bau selokan. Namun pada pagi hari,  kita berdiskusi sambil sarapan tentang bagaimana cara paling tepat menyembunyikan sisa-sisa pertempuran yang memerah di kulit kita. Ah, kita selalu begitu, malu memperlihatkan hangat cinta!

Dan setiap pagi, di meja makan, kita membangun tempat istirahat baru.

*

KUTIPAN yang satu ini tidak kalah lucunya, Sayang. Dengar!

Ayam lebih mula—pernahkah kau bayangkan betapa lucu Tuhan duduk mengerami sebutir telur?

Siapa lebih dulu mencintai: kamu atau saya? Kita sama menunjuk dada sendiri namun tak bisa menjelaskan mengapa bisa begitu. Pokoknya saya  lebih dulu! Pokoknya kamu kemudian! Rupanya memang tren berdebat anggota dewan juga sampai di kamar tidur kita. Saya benar. Kamu tidak benar. Bedanya saya mencintai kamu, kamu mencitai saya. Tetapi anggota dewan itu hanya mencintai diri mereka sendiri.

Maka begitulah: kita tidak bisa bercerai meski kita terus saja berkelahi.

2007

Iklan

12 thoughts on “Kita Saling Mencintai seperti Dua Kutipan Lucu

  1. suatu hari nanti, aku berdoa, akan ada hariku yang seperti tulisan ini, bang.. Hari dimana aku akan berbicara dengannya, mengawali dan menutup hari dengan saling berebut tempat “akulah yang PERTAMA mencintaimu, titik tanpa koma”.. 🙂

    ternyata memang benar kata guruku dulu bang, bahkan tulisan yang sederhana pun akan indah kalau ditulis dengan ikhlas. salut bang..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s