tentang buku puisi terbaru saya

ada sesuatu yang lebih luas dari sekadar diri sendiri dalam setiap orang. diri seseorang kadang menjadi begitu kosong karena dipenuhi sependuduk-negara. di sisi lain, diri seseorang bisa menjadi begitu sesak karena tidak ada atau ada seorang lain saja di dalamnya. begitu pula puisi, bisa berubah jadi lebih sempit atau lebih lapang tiba-tiba, bisa juga mengalami keduanya dalam waktu bersamaan. kira-kira seperti itulah yang hendak saya tunjukkan dalam sajak-sajak di buku tokoh-tokoh yang melawan kita dalam satu cerita ini.

himpunan puisi ini dibagi menjadi enam bagian kecil—untuk menunjukkan kecenderungan isi diri puisi-puisi yang ada di dalamnya. bagian pertama, misalnya, bicara dengan penuh kegagapan dan kegugupan di hadapan permainan waktu, pertikaian masa lampau dan masa depan. di bagian ini, manusia terlihat menjadi boneka mainan masa semata. puisi-puisi yang ada di bagian pertama ini adalah hasil interpretasi saya atas sejumlah foto karya seorang fotografer terkenal amerika, jamie baldridge.

bayangkan percakapan antara seorang perempuan muda yang terperangkap dalam lembar-lembar foto dengan seorang lelaki tua yang memegang lembar-lembar foto itu, kisah cinta antara lelaki tua di masa depan dengan kekasihnya di masa lalu. rangkaian kisah itulah yang saya tuangkan dalam sejumlah puisi di bagian pertama.

di bagian kedua dan ketiga, diri puisi berisi sesuatu yang lebih ramai tetapi tidak ramah. di dua bagian itu, manusia menjadi permainan kekuasaan—hal-hal kuat yang kadang mereka ciptakan sendiri, kadang mereka tidak tahu entah apa. sajak-sajak di bagian ini bercerita tentang kita, penghuni sebuah ruang, yang dipermainkan oleh tangan-tangan besar kekuasaan.

pada bagian keempat, mengalimatkan dan mengalamatkan, ada delapan bab kecil sebuah kisah cinta jarak jauh. seperti pada bagian-bagian sebelumnya, bagian keempat buku ini juga berupa satu ‘kisah’ utuh. sementara pada bagian kelima, pembaca bisa lebih santai membaca lebih dari 20 judul puisi lepas tentang berbagai hal.

bagian terakhir buku ini berisi 11 bab kecil tentang kisah cinta ibu dan ayah saya. saya mencatat, dalam bentuk puisi cukup panjang, perasaan dan pikiran ibu saya tentang suaminya di perantauan entah di mana.

begitulah, buku ini pada setiap bagiannya, diri puisi bermain-main dengan sesuatu yang kadang kecil, kadang tidak kecil.

*

buku tokoh-tokoh yang melawan kita dalam satu cerita  ini adalah buku puisi keempat saya. tiga buku sebelumnya: hujan rintih-rintih (2005), aku hendak pindah rumah (2008), dan cinta yang marah (2009). buku ini sejatinya saya persiapkan beberapa bulan sebelum buku ketiga terbit. namun, ternyata, membutuhkan waktu cukup panjang untuk bisa terbit. kabar bagusnya, puisi-puisi yang ada di himpunan ini adalah puisi-puisi pilihan saya. nyaris semua puisi yang ada di himpunan ini pernah terbit sebelumnya di media, kompas dan koran tempo.

pada mulanya buku ini cuma berisi empat bagian. dalam masa menunggu terbit, kumpulan puisi ini malah terus mengalami perubahan, termasuk penambahan sejumlah puisi baru. sedianya buku ini akan menjadi hadiah untuk perayaan satu dekade komunitas ininnawa, dua tahun lalu. di komunitas itulah saya belajar banyak termasuk menyemplungkan diri ke dalam diri puisi.

saya berterima kasih kepada sejumlah sahabat yang dengan penuh kebaikan hati bisa mewujudkan mimpi saya dan buku puisi ini untuk menemui pembaca. pada akhirnya, buku ini saya persembahkan kepada keluarga saya dan keluarga sahabat-sahabat saya yang membuat buku ini terbit, juga tentu saja para pembaca yang membuat waktu untuk mengapresiasinya.

*

saya akan sangat senang jika teman-teman ingin memiliki buku yang proses penerbitannya sengaja menggunakan sistem print on demand ini. kami ingin menguji apakah penerbitan buku melalui proses semacam ini sudah cukup bisa berterima di indonesia. buku ini cuma bisa dipesan melalui jaringan internet, tidak akan beredar di toko-toko buku.

jika teman-teman ingin memesan tokoh-tokoh yang melawan kita dalam satu cerita, silakan mention akun twitter @katabergerak dengan hestek #pesanbuku. atau jika anda tidak memiliki akun twitter, anda bisa memesannya lewat katabergerak@gmail.com mulai saat ini. teman-teman yang memesan sebelum 20 maret 2012 akan mendapatkan buku bertanda-tangan. harga buku ini rp50.000, tidak termasuk ongkos kirim.

buku ini akan diluncurkan di jakarta, 02 april 2012. siapapun boleh hadir di sana. terima kasih.

makassar, akhir februari

m-a-m

21 thoughts on “tentang buku puisi terbaru saya

    • pertama, saya cowok. yang kedua, ini terbit melalui sistem print on demand–dicetak sesuai permintaan saja. tidak alan beredar di gramedia. terima kasih.

    • iya, jia, saya ada di jakarta 2 april nanti. ayo, segerakan buku itu biar saya bisa hadir juga di peluncurannya.

  1. Ping-balik: membaca puisi hurufkecil (m. aan mansyur)

  2. Ping-balik: [lomba] apa pendapat anda tentang puisi di twitterland? « huruf kecil

  3. saya sudah email ke katabergerak (at) gmail (dot) (com) tapi belum ada reply ( pesan buku) .. tolong dibantu om. Terima kasih

  4. Ping-balik: pendapat mereka tentang puisi di twitterland « huruf kecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s