cinta (kami) seperti sepasang anjing dan kucing

“Sepi digigit anjing tetangga lagi. Ekornya hampir putus.”

Itu pesan pendek dari mama saya semalam. Sepi itu nama salah satu kucingnya yang sangat saya suka. Kalau berada di Balikpapan, saya sering bermain-main dengan Sepi. Seperti selalu saya bilang, saya dan mama saya suka kucing.

Ketika membaca pesan pendek itu, saya malah teringat mantan pacar saya. Dia suka anjing.

Saya ingat percakapan dengan mantan pacar saya suatu hari di meja makan, di rumahnya, beberapa tahun lalu. Lebih tepatnya, dia bercakap dengan senyum saya. Sepanjang perbincangan saya cuma tersenyum.

“Kenapa ya ada orang yang senang menceritakan keburukan mantannya?”

Dia mengatakan itu sambil mengelap tangannya.

“Mereka terlihat begitu membenci pilihan mereka sendiri,” katanya lagi.

Saya tersenyum. Saya selalu hanya tersenyum ketika dia bertanya seperti itu. Kadang-kadang dia butuh pendengar ketika dia bicara kepada diri sendiri. Dia tiba-tiba menatap saya yang sedang menatap dia.

“Jika kita berpisah nanti, kamu akan seperti mereka?”

Jelas itu pertanyaan untuk saya, tetapi saya diam. Saya menyodorkan senyum sebagai jawaban.

“Mohon jangan melakukannya,” katanya lagi.

Beberapa saat kami diam sambil membereskan meja makan.

“Kelak, jika terpaksa kamu harus menjawab pertanyaan soal kenapa kita berpisah, katakan saja kita seperti anjing dan kucing,” katanya ketika kami beranjak ke ruang tengah.

Begitulah percakapan kami waktu itu. Saya penasaran, jangan-jangan hubungan kami memang seperti sepasang kucing dan anjing. Saya sering melihat anjing dan kucing akrab. Sangat akrab. Tetapi seakrab apa pun kucing dan anjing, mereka tidak bisa bersatu, kecuali dalam kartun Nickelodeon, CatDog, yang dulu sering kami tonton. Haha.

Saya mencari di Google gambar kucing dan anjing yang akrab. Rencananya mau kirim ke mama saya, biar dia bisa tersenyum. Coba klik di sini untuk melihat foto-foto anjing dan kucing yang saling menyayangi itu.

Seperti biasa, ketika membuka Google, saya sering susah menghentikan diri sendiri untuk klak-klik link. Saya menemukan hal berikut ini.

Things You Can Learn From a Dog

1. Always be happy to see those you love.

2. Approach each day and each new experience with enthusiasm (even a walk).

3. Never underestimate the power of praise.

4. Play every chance you get.

5. Don’t be afraid to show your joy! When you are happy – show it. Wiggle and wag.

6. Take lots of naps and always stretch and yawn before you get up.

7. Never turn down a car ride with someone you love.

8. Be loyal.

9. Lounge under a tree in the shade on a hot day.

10. Every once in a while put your head out the window and feel the air on your face and hair.

11. Have a favorite toy.

12. Don’t hold a grudge.

13. When someone is having a bad day – nuzzle him gently.

14. If you feel like it, shake and let the drool fly.

15. Eat each meal with vigor and enjoy anything that’s offered.

16. Sleep in any position you find comfortable.

17. Scratch where it itches.

18. Protect and defend those you love.

19. What you look like doesn’t matter – it’s what is in your heart (and the way someone rubs your tummy).

20. Enjoy every day to it’s fullest – even if you are sick, in pain, deaf, blind, wheelchair (cart) bound or just not mentally all there.

21. Take pride in following the rules.

22. Accept praise and attention without giving excuses.

Saya juga menemukan ini.

Things You Can Learn From a Cat

1. Rest and relaxation are the keys to happiness, so relax any chance you get. And don’t work too hard.

2. There is always time for a cat nap.

3. The family that sleeps together stays together. Don’t be afraid to curl up really close behind your person’s knees or in the crook of the neck and purr.

4. Nighttime is the time to party, and it’s more fun if you can share it with your family. Howl, meow, play with their ankles, or leap across the bed to wake them up.

5. Spend time with the people you love, especially when they are working. Sit near the computer and purr, walk across the keyboard occasionally, or better still, knock things off the desk one at a time so your person doesn’t get bored.

6. Show your favorite people that you love them. Sit on their lap, pet or rub a leg, or run your tail across their faces to get your message across.

7. Get excited and come running every time a special treat or food is available. Showing a little appreciation and enthusiasm will always get you treats.

8. Don’t settle for bland, tasteless food; refuse it and you will be fed fancy and expensive food.

9. Stretch and yawn before you get up, no matter what time it is.

10. Enjoy the sun – lie down, roll around and just appreciate the warmth.

11. Purr when you are happy.

12. Cleanliness is next to godliness, so keep yourself clean and pristine.

13. Appreciate a clean bathroom.

14. Enjoy the solace of a view from a nice window.

15. “Making bread” is good for the soul.

16. Be independent.

17. Don’t always do what people want you to do.

18. Keep cool. If you don’t want to do something, no need to argue – just don’t do it.

19. Don’t be afraid to look at things from a different perspective occasionally. Sit high on a bookshelf or peek out from under a chair.

20. Expect to be pampered and treated like a prince or princess, and you will be.

Seperti pesan mantan pacar saya itu, jika ada orang bertanya lagi kenapa kami putus, saya akan bilang karena cinta (kami) seperti sepasang anjing dan kucing. Ketika orang itu masih bertanya, saya akan menyuruhnya membaca postingan saya ini. Hahaha.

Oh, iya, mantan saya itu pernah saya kirimi surat beberapa waktu lalu. Surat itu ada di sini.

9 thoughts on “cinta (kami) seperti sepasang anjing dan kucing

  1. ahaha, postingan ini juara. Aku jadi pingin cepet punya pacar trus pingin cepet-cepet mutusin dia. biar temennya nanya dan dengan congkaknya aku bakal ngasih liat postingan kaktom ini. ahaha

    langsung bookmark🙂

    • haha. terima kasih, terima kasih, masih pagi sudah bertamu dan membaca.

      selamat dan semangat mencari pacar!🙂

  2. Saya selalu senang punya peliharaan. Sejak kecil saya pelihara kucing. Kucing kompleks yang tidak diterima di rumah lain sejak pertama kali pindah kami ke rumah ini. Peliharaan itu menyenangkan, mereka tempatku melampiaskan kasih sayangku yang sepertinya banyak sekali dan kadang tidak tahu ku ekspresikan sama orang terdekatku, dan saya bebas dengan kucing-kucingku itu. Saya merawat mereka sampai beranak dan beranak lagi. Saya suka mendandani mereka. Suatu hari saya mendapatkan pita entah dari mana dan menggantungkan sebuah lonceng kecil di lehernya, dia terlihat sangat cantik dan berkelas. Tapi beberapa hari kemudian sewaktu pulang sekolah saya mendapati kucingku itu berkalungkan karet gelang yang digulung dua mencekik lehernya. Saya sedih sekali, bisa-bisanya ada orang segitu teganya melakukan hal itu. Lehernya berbekas luka dan baru bisa bernapas lega setelah saya menggunting karet itu.

    Terakhir kali saya pelihara kucing sewaktu SMP. Waktu pulang sekolah sore hari, karena waktu itu masuk siang, tetanggaku memanggil dan berkata bahwa kucingku mati tertabrak motor. Dia lalu membawaku ke tempat sampah di ujung blok rumahku dan memperlihatkan Bona (namanya) tergeletak mati penuh darah. Saya kembali ke rumah sambil menangis. Saya merasa sedih sekali. Tapi yang tidak bisa ku maafkan dari diriku sejak itu karena saya tidak mengambilnya dan menguburkannya dengan layak seperti kucing-kucingku sebelumnya. Mungkin karena takut, malu karena menangis dan banyak orang. Tetap saja alasan-alasan itu tidak bisa membuatku memaafkan diriku. Sejak itu saya tidak pernah lagi memelihara kucing, tepatnya tidak pernah lagi memelihara binatang apapun. Sampai hampir setahun yang lalu, mantanku membelikan sepasang hamster.

    Saya banyak menonton film tentang anjing. Mereka terlihat menyenangkan dan menggemaskan sekali di film-film itu. Tapi kenyataannya di lingkunganku anjing itu malah sangat menakutkan. Beberapa pemilik rumah di kompleksku memelihara anjing. Adalah tantangan besar bagi kami (saya dan teman-temanku) untuk lewat di depan rumah-rumah itu. Tapi banyak juga hal lucu ketika kami sudah diburu anjing. Sudah tertanam di benakku, anjing itu binatang yang tidak ramah, setidaknya di sini. Saya selalu takut dan jalan dengan terburu-buru jika lewat di depan rumah yang ada anjingnya, bahkan sampai sekarang.

    Sejak memelihara hamster (sekarang mereka sudah berjumlah 11 ekor), saya selalu berpikir untuk memelihara kucing juga. Tapi saya tidak tahu apakah lingkungannya cocok, saya takut dia kabur dan saya harus mempersiapkan beberapa hal supaya dia nyaman. Atau mungkin saya cuma terlalu banyak pikiran…

    Membaca postingan kak hurufkecil ini bikin saya rindu memelihara kucing lagi. Saya suka sekali memanjakan kucing karena mereka juga suka dimanja-manjakan. Sepertinya kucing itu paham bahwa saya butuh mencinta…🙂

    Eh maaf, jadi curhat.. Hehe..😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s