puisi pekan ini #1

Seperti biasa, iseng. Pagi ini saya tiba-tiba berpikir ingin punya hajatan rutin di blog sederhana ini. Selain untuk menambah postingan baru, saya ingin mengajak teman-teman bersuka ria merayakan kata-kata. Kalau mau menambahkan alasan, setiap kali blogwalking, saya menemukan banyak blog berisi puisi keren. Sayang sekali, tidak cukup banyak dibaca dan diapresiasi orang. Anggaplah hajatan ini untuk belajar saling mengapresiasi puisi.

Kali ini, tanpa pertimbangan memadai, hajatan ini saya beri nama #puisipekanini. Ceritanya, akan ada beberapa puisi pilihan yang akan saya tampilkan di blog ini, disertai sedikit kmentar subjektif dari saya. Puisi dari teman-teman yang ikut tentu saja.

Bagaimana aturan mainnya? Sederhana saja.

1.

Kirimkan satu judul puisi terbaik kamu ke alamat aksarakecil[at]gmail[dot]com. Bentuk puisinya terserah penulis masing-masing. Tidak ada batasan jumlah baris. Ketik rapi dan kirim di badan e-mail saja, tidak perlu attachment.

2.

Untuk pekan pertama ini, teman-teman saya minta mengirim puisi dengan tema cinta. Silakan teman-teman mengeksplorasi tema tersebut.

3.

Puisi paling lambat saya terima 13 Februari 2012, pukul 23:59 wib. Saya akan menayangkan puisi pilihan keesokan harinya. Teman-teman boleh mengirimkan puisi lama.

4.

Saya belum bisa menyediakan hadiah untuk teman-teman yang puisinya terpilih.

*

Terima kasih dan selamat merayakan kata-kata dengan menulis puisi cinta. Saya tunggu puisi dari teman-teman semua.

Salam,

Tomat

Catatan:
Jika ada pertanyaan, silakan tulis di kolom komentar saja.πŸ™‚

14 thoughts on “puisi pekan ini #1

    • eh, om bair masih melek atau baru bangun? hehe. iseng, om, iseng. daripada tidak postingan dan lagian saya senang membaca karya teman-teman. halah.

  1. seandainya saja aku mampu berkata-kata dalam taburan imaji yang beraromakan cinta, aku tiada menolak untuk menjejaki langkah dalam hajatan pekan ini.

    apa yang bisa aku pestakan?

    ah, aku terlalu pandai untuk berandai-andai. Karenanya lah aku lupa caranya membedakan mana perkataan pelipur lara, mana perkataan pengundang lara.

    Akhirnya, aku hanya memilih untuk menjadi penonton di tengah kerumunan orang orang yang berebut menjadi pemain.

    Sukses terus ya, Om Tomat, keindahan kata demi kata-nyaπŸ™‚

    • saya hanya akan membaca satu puisi per pekan dari satu penulis. bukan cuma kali ini kok. nanti ada pekan berikutnya. salam.πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s