3 kebiasaan buruk saya saat sakit

Dua pekan terakhir kesehatan saya berada di bawah garis kemiskinan. Tempat terjauh yang saya kunjungi sepekan ini adalah beranda—biasanya pada pagi hari ketika memungut dua koran lokal yang dilemparkan loper langganan.

Setiap orang punya kebiasaan-kebiasaan (kadang-kadang buruk) ketika berada dalam keadaan sakit. Berikut ini tiga kebiasaan buruk saya ketika sakit.

1.

Tidak suka ditemani. Saat sakit adalah saat ketika saya menjadi manusia yang sangat asosial. Saya malas bertemu siapa pun. Mama saya paling tahu hal ini. Sejak kecil saya tidak suka ada orang di sekitar saya ketika saya sakit. Itulah kenapa saya seringkali memilih merahasiakan penyakit saya.

Saat saya malas mengirim pesan pendek atau menelpon Mama, dia tahu saya sedang sakit dan tidak mau diganggu. Orang-orang dekat saya juga tahu soal ini—teman-teman dekat saya juga. Sakit adalah ruang di mana saya senang bersama dengan diri sendiri.

Ketika sakit, saya gampang mengabaikan siapapun. Iya, saya tahu ini kebiasaan buruk.

2.

Malas mandi. Saat sakit, meskipun tidak terlalu parah, adalah saat ketika saya menjadi orang paling hemat air di dunia. Saya bisa tahan berhari-hari tidak mandi. Untuk apa mandi jika saya tidak akan bertemu siapapun! Kemalasan saya mandi adalah senjata agar tidak seorangpun berani mendekati saya ketika saya sakit. Ingat poin pertama tadi!

Satu-satunya alasan yang mampu membuat saya mandi ketika sakit adalah kepala saya. Saya tidak tahan tidak mencuci rambut selama tiga hari.

3.

Membaca, menulis, dan menonton. Saya bisa membaca dengan sangat lahap ketika saya sakit. Saya bisa menghabiskan waktu tanpa makan pagi dan siang karena tenggelam dalam bacaan saya. Dalam dua pekan ini saya menghabiskan belasan buku, puluhan artikel, dan ratusan puisi di internet.

Semakin rajin saya membaca, semakin kuat saya menulis. Saya selalu merasa punya amunisi banyak sehabis membaca. Saya menghasilkan banyak draft tulisan selama beberapa hari terakhir ini.

Saya juga bisa bertahan tengkurap atau duduk berlama-lama di depan komputer untuk menonton film apa saja ketika sakit. Beberapa hari terakhir ini saya menjelajah banyak tempat di dunia maya mencari film untuk saya tonton.

*

Nah, itu tiga kebiasaan buruk saya saat sakit. Terima kasih telah membaca postingan sangat tidak penting ini. Haha. Eh, kamu punya kebiasaan buruk apa saat sakit? Ayo, tulis di kolom komentar ya.

Catatan: Kali ini, jangan ceramahi saya di kolom komentar! Hahaha.

16 thoughts on “3 kebiasaan buruk saya saat sakit

  1. Tepat sekali ketika baca postingan ini, saya sedang terkapar akibat pilek demam😄

    Btw, dirimu sakit apakah emangnya?

    Ketika sakit, mungkin kebiasaan buruk saya adalah ..
    1. Tambah manja. Sebaliknya dirimu, saya pingin ditemani–biasanya sama mamah, tapi krn skr sedang berkelana, paling ditemani sang pacar. Tapi cuma terbatas sama dua mahluk ini aja si, kalo ditemani orang yg terlalu asing juga gak suka..
    2. Tambah sensitif sama kerapihan. Biasanya ketika sehat, gak gitu peduli sama kerapihan tapi anehnya ketika sakit lebih pengen ngeberesin banyak hal.
    3. Banyak mikir. Anehnya, banyak inspirasi datang justru ketika saya sakit (yah, selain menghabiskan waktu di wese XD) ~ padahal dokter nyuruh istirahat pikiran bukan hanya badan saja😄

    • Haha. Yang pasti saya sedang tidak sakit hati. Tiga kebiasaan kamu mirip dengan kebiasaan salah seorang sahabat saya. Super sensitif soal kerapihan ketika sakit.

      Eh, terima kasih sudah berbagi ya. Salam.

  2. Hihihi x)) pengen berbagi jugaa..
    Kalo saya sakit, 1.Wajib ada Ibu.. perhatian Ibu harus ekstra tanpa harus diminta. (sehari-hari saya cuek sama Ibu, meski saya cintaaa bgt sama Ibu.. g tau caranya nunjukin perhatian saya ke beliau). Kalo saya sakit, tapi Ibu ngga sensitif bahwa sebenrnya saya ingin diperhatikan lebih.. saya pasti nangis diam-diam/ngamuk-ngamuk sendiri/dan sensitif sama siapa aja.
    2.Banyak makan & tidur…
    3.Ga suka diperhatikan orang lain, selain Ibu. Ga suka ditanya-tanyain orang lain, selain Ibu (sekalipun Bapak, no no no). Kalo ada temen/gebetan yang kasih perhatian dgn sms, “sakit ya..? cpt sembuh, minum obat ya..” (dalam hati saya, “cuihh hoeekk!!! preet!”) begitu.. x))

  3. Ada kebiasaan kita yang sama, ketika saya sakit, mengurung diri di kamar, tidak mau ditemani.
    Kalau saya mungkin lebih seperti anjing yang akan menyendiri menghadapi hari kematiannya….
    Saya sering malas nafas….tapi tidak pernah malas mandi… Hahahahaha….
    Cepat sembuh yaa…

  4. Pertama saya turut prihatin dengan kesehatan anda, yg anda bilang Berada di bawah garis kemiskinan (APA..?? :D) .. TAPI >> Cepet sembuh ya🙂 dan, cepet bergabung dengan kita (Siapa Loh ?? :P).Sakit memang hal yg paling menyebalkan nomer 3 di dunia setelah menunggu (ada pepatahnya) & lupa.
    Kembali ke Topik deh yg pengen berbagi (Kembali ke ……) Kalau saya sakit :
    1.Saya paling seneng dimanja sama siapapun (mumpung sakit kalau ndak sakit bisanya ndak dimanja)
    2.Saya paling nggak suka ditanya-tanyain sama siapapun dengan pertanyaan yg beruntun seperti rel kereta api nggak ada putusnya. (Buset dah mulut apa tong sampah tuh🙂 )
    3.saya biasanya suka minta makanan yang macem”, BUT alias Tapi Endingnya saya nggak pernanh mau nyentuh makan itu sedikit pun (padahal kalau nggak sakit nggak dibeliin .. Mubazir deh makananya :))

  5. Ditanya soal kebiasaan, tampaknya gak ada kebiasaan buruk (menurut kacamata saya). Kalau sedang sakit, biasanya saya:
    1. Makin giat main komputer, karena dengan bermain rasanya menjadi lepas dan terkadang bisa sembuh dari sakit karena berlama-lama di depan komputer.
    2. Mager alias malas gerak, biasanya nongkrong di kamar, baca apapun yang bisa dibaca dengan gaya seadanya, terkecuali untuk diare, tentu harus keluar masuk kamar mandi.
    3. Pendiam, saya menjadi diam tidak seperti biasanya yang seperti cacing guling-guling kedinginan. Diam seperti orang galau😀

  6. kurang lebih sama,,tapi bacaan saya fokus pada cerpen Puthut Ea dan Eka Kurniawawan,,meski sudah berulang kali saya baca,,tetap saja saya baca…terutama cerpen Purhut Bunga dari Ibu

  7. Yep! Makassar benar2 tidak bersahabat akhir2 ini. Seketika panas sekatika hujan. Dan saat menulis ini saya sedang terbalut jaket yang tebal, laksana kepompong.

    Kalo pas lagi sakit tuu:
    – jadi males makan,, apa lagi kalau gak ada temennya. Penggennya sih ada yg nyuapin *ngarep

    -trus bawaannya mau tiduuuur terus,,

    Cepet sembuh ya,,

  8. ketika saya sakit, saya tiba-tiba jadi sangat bersahabat dengan obat. saya ingin sakit ini sembuh, bahkan saya sangat tidak rela menit demi menit saya terbuang karena sakit. secepat mungkin saya pergi bertemu dokter, saya ingin sembuh. karena saya tahu, sehat itu sangat tidak murah harganya😀

  9. Ketika sakit, saya mempunyai 3 kebiasaan baik.

    1. Saya tahan tidak makan sehari semalam. Kebiasaan buruk saya ini pernah membuat saya asam lambung saya meningkat dan hampir terserang mag. Gejalanya perut mual dan hoek-hoek muntah tapi tidak ada sesuatu yang keluar, air pun tidak, karena saya juga punya kebiasaan buruk yang lain ketika sedang sehat, yaitu jarang minum air putih. Saya tahan tidak minum selama sehari. Di waktu sakit, saya lebih memperhatikan kebutuhan tubuh saya, makan tiga kali sehari dan minum air putih banyak-banyak. Setelah saya punya istri, istri saya tidak bosan-bosan merayu saya agar tidak mengulur-ulur jam makan. Sejak itu saya makan dan minum teratur dan hampir tidak pernah lagi asam lambung saya meningkat, kecuali ketika sedang jauh dari istri, seperti sekarang ini. Baru saja saya hoek-hoek. Ya, ketika sakit, saya lebih mencintai tubuh saya sendiri ketika saya sakit dan teringat bagaimana istri saya merayu.

    2. Saya biasa ngopi tiga sampai lima gelas per hari. Ini pengaruhnya juga ke lambung. Ketika sakit, saya sama sekali tidak minum kopi.

    3. Saya betah melek sampai pagi meskipun keesokan harinya bekerja. Saya suka mancing malam hari. Sepulang kerja, jam 6 sore saya mempersiapkan alat pancing dan meracik umpan. Saya gila mancing. Saya pernah mancing di malam senin berangkat dari rumah jam 7 malam, kembali di rumah jam 5 pagi, tidur 2 jam lalu kerja, sebelumnya hanya cuci muka. Karena kecapaian dan pengaruh angin malam saya menjadi sakit masuk angin dan radang tenggorokan. Di saat sakit, saya banyak istirahat. Saya kuat tidur dua hari, hanya diselingi makan dan minum saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s