hari pertama januari

pagi pertama, pukul lima. kamu lelah, masih lelap
memeluk sehelai kertas berisi puisi yang aku tulis
tergesa-gesa seperti senja terakhir tahun kemarin.

aku mendekatkan telinga kananku ke telinga kirimu
berusaha mendengar gaung mimpi dalam dirimu.

aku mendengar suara-suara kesiur. aku bayangkan
angin di ketinggian, penuh berisi kepak sayap burung
berwarna cerah yang tidak pernah hinggap di ranting
pohon atau kawat telepon mana pun di bumi.

seekor burung meminjam sepasang layang-layang
masa kecilku yang putus, yang tidak pernah pulang,
sebagai sayapnya. layang-layang yang tidak robek,
seperti angan yang bersikeras ingin diwujudkan.

aku mendengar langkah-langkah kaki yang lembut.
aku bayangkan seluruh telapak kaki yang melintas
dalam mimpimu terbuat dari bulu-bulu domba.

kamu pernah bilang, “aku menyembelih semua domba
yang rela dihitung menjelang tidur karena aku tidak bisa
tidur merindukan dan mengkhawatirkan kamu.”

aku mendengar sebuah bisikan: pelan dan menyalakan
senyum. namun aku tidak hendak mengatakannya. aku
tidak hendak mengatakannya dalam puisi ini.

nanti, ketika kamu bangun, akan aku ceritakan semua
yang aku dengar dari mimpimu. bukalah matamu. aku
ingin melihat sepasang bunga yang terbit pertama
tahun ini.

bukankah kamu juga ingin melihat senyumku? tidak
basah, tidak basah lagi seperti tahun lalu.

singkirkan sakitmu sejenak, atau sangkarkan saja
di tubuhku.

bangunlah, ibu, bangunlah.

Ambon, Desember 2011

Iklan

5 thoughts on “hari pertama januari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s