Dua Puisi untuk Huruf Kecil di Blog Hasan Aspahani

Apa yang Kulihat pada Linimasa Seseorang yang Selalu Menulis dengan Huruf Kecil tentang Apa yang Mereka Saksikan dari Jendela Mereka

1. ADA seseorang yang entah di mana, dia melihat kebun binantang langit, dan awan-awan adalah hewan jinak yang lucu. Apakah kau melihat langit dan awan-awan itu juga? Di jendelaku, langit seperti kanvas di sudut kamar, lukisan yang gagal. Dan awan adalah bercak-bercak lumpur besar, atau gagak yang menabrakkan diri ke dinding kaca gedung besar.

2. Ada seseorang yang entah di mana, dia yang melihat seorang karyawan dan seorang karyawan lain, bergunjing tentang seorang karyawan lainnya. Siapa yang sedang sendiri engkau gunjingkan? Pasti itu bukan aku. Aku adalah beban nama yang mudah sekali terlupa. Sedang sepi di kamar ini pun tak mengakui bahwa aku ada, apakah lagi membicarakanku.

3. Ada seseorang yang entah di mana, dia melihat anak-anak kecil bermain, berkejar-kejaran dengan bayangan mereka sendiri. Kita belum sepakati, kau adalah bayanganku? Atau aku adalah bayanganmu? Kita saling membayangi, dan lalu jauh lari. Aku tak mengejar engkau. Dan engkau tak mengejar aku. Jarak pun gembira bersorak!

4. Ada seseorang yang entah di mana, dia melihat seekor burung dan seekor burung lainnya terbang, saling susul. Lalu dedaunan menyembunyikan mereka, seperti sapu tangan tukang sulap di sebuah pertunkan sirkus yang pernah kita tonton. “Aku ingin, kita hilang,” katamu, dulu. “Lalu kita menjelma jadi sepasang orang lain, dengan cinta yang sama,” kataku. Engkau, amat ragu, mengiyakannya. Dan aku tidak memaksa.

5. Ada seseorang yang entah di mana, dia melihat gubuk kayu di samping musala yang juga kayu dan disekitari oleh sehamparan sawah. Kalau misalnya kita tersesat juga ke sana, itu bukan tersesat namanya. Itu seperti terdampar di sebuah surga. Aku akan betah saja. Tapi, kau? Kau ingin Tuhan mengutuk dan mengusir kita. Itu sebabnya kau begitu ingin berdosa.

Dongeng-dongeng Kecil untuk Seseorang
yang Menulis Sajak dengan Huruf Kecil

1. DIA, mungkin seperti Edison yang lain itu, lelaki sangat
penakut pada gelap, penderita rabun senja, insomnia akut,
dan tak pernah bisa merawat tomat. Atas nama ketakutan
dan kegagalan itu, dia bermimpi memuliakan tomat yang
berbuah cahaya, yang kebal hama, dan yang nanti ia tanam
di tiang-tiang yang tinggi di sepanjang jalan di kotanya.

Itu sebabnya dia mencintai lampu jalan dan tomat buah.

2. DIA, mungkin membayangkan dirinya sebagai saudara
ketiga Wright bersaudara, yang menulis dongeng tentang
manusia bersayap, tangan-tangan dan punggung udara,
yang menggendong dan dan ia tunggang. Dengan dongeng itu
ia sudah lebih dahulu terbang, dan pergi tak kembali,
dijemput oleh cuaca yang tak banyak bicara. Ia tak takut
pada rasa takut. Badai berlalu, pastilah itu, dan itu sebabnya
kemana pun badai pergi, ia selalu mengejarnya.

Itu sebabnya dia menyukai cuaca buruk di perjalanan udara.

3. AKU kira, dia menyimpan alamat rahasia Anne Frank, dan
diam-diam menjadi sahabat pena, saling mengirim dan menjawab
surat, lalu menyalinnya ke buku harian, atau sebaliknya.
Penderitaan seperti pandan berduri daunnya, tak akan sia-sia.
Tangan dan lidahmu mewangi ketika luka saat memetik dan
mengunyahnya. Dari tetes darah di luka akan tumbuh serumpun
pandan baru, begitulah selalu, begitulah selama kau percaya.

Itu sebabnya ia suka menulis-membaca puisi dan surat.

4. DIA membenci cermin dan sangat ingin menggandakan diri,
menjadi seribu orang, lalu ia menjadi komandan pasukan rahasia
para penghancur cermin di seluruh dunia. Nanti diri ganda itu ia
pertahankan yang seorang, agar ada yang mengembari dia,
mengingatkan dia, menegaskan betapa ada dia, dan merapikan
rambut, mengaitkan kancing, dan menegakkan kerah bajunya.
Dia dan dia, akan jadi penyabar, tak lagi galgal, dan tak lagi
bergantian bertanya, “Yang aku itu kamu atau aku?”

Itu sebabnya, ia tak menyukai sisir dan para pemarah.

5. KALAU ingin melarikan diri, dan itu sungguh perlu kita
lakukan sesekali, secara acak dia akan membeli tiket bioskop,
lalu menonton apa saja, bahkan sinema yang sudah ia saksikan
sebelumnya. Layar gambar, sorot sinar, aksi para pelakon,
adalah suaka yang sempurna karena itu cuma sementara, dan
di dalam gelap deretan kursi penonton itu, dia bisa menyendiri,
tak dikejar oleh sesuatu yang ia bayangkan, atau bayangan
sendiri yang datang dari sisa parunan, di jauh kenangan.

Itu sebabnya ia menyukai film dan benci game online.

6. DIA menyanyi di mana saja. Hidup seperti adegan dalam
opera. Segala ucapan adalah lagu. Segala gerak jadi tari. Dia
menyanyi kapan saja, kecuali saat berhadap-hadapan dengan
buku: saat-saat ia saling baca, saling menebak dan ditebak,
saling menelanjangi pikiran masing-masing. Di hadapannya,
apa saja bisa jadi buku, lalu ia sibak halaman-halamannya,
dia baca sampai ia temukan sesuatu tentang siapa dirinya.
Dia tak bisa menahan diri, jika berada di toko buku. Toko buku,
katanya, adalah tempat paling merdu. Setiap buku, seperti
menyanyi, memikat mata, mengikat minatnya untuk membaca.
Dia paling suka membaca saat tidak mandi di kamar mandi.

Ia merasa boros dan tak biasa menyanyi di kamar mandi.

7. PASANGAN paling sempurna, demikian selalu dia
bayangkan, adalah lelaki nelayan dan perempuan petani
sayuran. Ada sepetak kebun di sekeliling rumah panggung,
dan perahu di tambatan. Laut adalah halaman, tempat
Tuhan menebar benih ikan dan waktu membesarkannya,
Ia mahir menjalin bilahan bambu, menjadi beragam alat
tangkap. Istrinya terampil mengolah apa pun hewan laut
yang ia tangkap, mengolahnya dengan berbagai sayuran.

Itu sebabnya ia mencintai sayuran dan ikan laut.

Iklan

2 thoughts on “Dua Puisi untuk Huruf Kecil di Blog Hasan Aspahani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s