selama dua jam aku berpikir tentang pikiran kamu

DI DEKAT jendela, di kursi 25A Sriwijaya, aku mengikat diri.
Ini perjalanan dari Makassar ke Jakarta, penerbangan dari timur
ke barat melintasi langit Oktober yang bingung pada perangai
sendiri. Aku tak mampu terpejam dan bermimpi, selama dua jam
aku cuma mampu berpikir tentang pikiran kamu.

Pikiran kamu seperti langit—lapang dan senang berubah warna.
Aku cuma penumpang dari balik jendela pesawat, seorang yang takut
pada ketinggian tetapi mengabaikan petunjuk penyelamatan diri
yang diperagakan pramugari dengan tidak sungguh-sungguh.

Aku berpikir tentang pikiran kamu. Pikiran yang kamu gunakan
bertanya mengapa penerbangan selama dua jam yang berangkat
dari Makassar pukul 09.10 akan tiba di Jakarta pukul 10.10? Pikiran
yang sama kamu gunakan menjawab: sebab penerbangan dua jam pulang
dari Jakarta pukul 11.11 akan tiba di Makassar pukul 14.11. Aku merasa
sebagai pemenang dalam perhitungan itu. Aku berangkat ke kotamu
melawan waktu, perjalanan dua jam hanya kutempuh satu jam kadang
terasa cuma sepejam—tetapi kembali ke kotaku harus aku bayar
dengan perjalanan yang jauh lebih lama.

Aku berpikir tentang pikiran kamu. Pikiran yang kamu gunakan
bertanya tentang kota yang terbuat dari kemacetan dan korupsi,
menteri-menteri yang diganti dan tidak diganti, juga presiden
yang gampang diserang rasa prihatin kepada diri sendiri. Pikiran
yang sama kamu gunakan bertanya apakah aku sebaiknya dipertahankan
atau dilepaskan, diganti lebih lekas atau dibiarkan bertahan dalam ruang
antara sudah selesai atau masih andai.

Aku berpikir tentang pikiran kamu. Pikiran yang disebut orang tuamu
sebagai rumah sakit bersalin. Selalu ada anak yang lahir—cerita, puisi,
dan pemberontakan-pemberontakan yang kamu gunakan untuk menyakiti
diri sendiri. Pikiran yang bagi lelaki seperti aku kadang tempat berlibur,
hanya nyaman buat berakhir pekan atau menenangkan diri beberapa hari.
Atau kadang-kadang satu-satunya tempat tinggal layak huni di bumi.
Tetapi kemudian aku duga tempat di mana aku pernah ditunggalkan
lalu ditanggalkan dan ditinggalkan pemiliknya sendiri.

Aku berpikir tentang pikiran kamu. Pikiran yang sering menolak dikecup
dan ditakar dengan jawaban-jawabanku. Pikiran yang malah lebih sering
memilih terpekur memeluk pertanyaan-pertanyaan sendiri.

Pikiran yang kadang halaman rindang, kadang hutan yang
pohon-pohonnya belum ditebang, kadang cuma ladang-ladang
kerontang.

Pikiran yang pernah mengabaikan siapapun kecuali aku.
Pikiran yang pernah berniat selingkuh. Pikiran yang gampang
goyah tetapi gamang memutuskan sesuatu dan aku.

Aku berpikir tentang pikiran kamu. Pikiran selapang langit,
yang lihai melukis matahari, purnama, bulan kesiangan,
namun dihantui gerhana.

Pikiran yang berhadap-hadapan dengan lautan, yang selalu dahaga,
selalu siaga menumpahkan sesuatu yang basah seperti kesedihan.

Aku berpikir tentang pikiran kamu. Pikiran yang dilintasi pesawat
yang bergetar karena cuaca buruk yang datang tiba-tiba. Pikiran
yang dilintasi pesawat yang di dalamnya ada seorang duduk di dekat jendela,
memandang langit Oktober yang bingung pada perangai sendiri, seorang
yang takut pada ketinggian tapi mengabaikan petunjuk penyelamatan diri—
seseorang yang rela jatuh melayang tanpa parasut di pikiran kamu.

Aku berpikir tentang pikiran kamu. Pikiran yang barangkali sedang ragu
mengecupkan kabar apa ketika lelaki yang duduk di kursi 25A itu selamat
tiba di bandara Soekarno-Hatta.

Aku berpikir tentang pikiran kamu. Pikiran yang sibuk menduga
apa maksud puisi yang dibacakan lelaki yang dalam perjalanan
sibuk berpikir tentang pikiran seseorang agar bisa menulis
dan membacakan sesuatu di acara peluncuran buku sajak cinta.

Makassar-Jakarta, 20 Oktober 2011

CATATAN: Puisi di atas saya buat di pesawat dan saya ketik di tempat seorang kawan ketika tiba di jakarta. Puisi ini saya bacakan di gathering dan peluncuran buku @sajak_cinta. Tema ‘pikiran’ adalah tantangan dari panitia yang menyodorkan judul bab 7 buku yang diluncurkan itu.

19 thoughts on “selama dua jam aku berpikir tentang pikiran kamu

  1. Gak bisa komentar apa-apa , cuma mau bilang tulisan ini buat aku diam dan membaca nya berulang-ulang .. Aku sukaaaaaaaa banget tulisan ini

  2. suka banget tulisan ini🙂
    ijin bikin tulisan dengan kata “aku berpikir tentang pikiran kamu” ya ka🙂
    sukses terus bermain kata ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s