telur dadar

aku sungguh-sungguh lapar.

dari bingkai jendela kamar,
matahari sore terlihat persis telur dadar.
matang sempurna dan besar-lebar.

tapi telur dadar itu sudah terbagi-bagi.
dipotong antena-antena tivi tetangga.
kabel-kabel listrik dan telepon.
tak ada sedikit pun untuk perutku.

aku berusaha menahan airmata tak jatuh
teringat lagi telur dadar ibu.
dulu aku selalu dapat satu. utuh
seperti cintanya pada kanak-kanakku.

dengan liur leleh tak lelah
kutatap tanpa kedip telur dadar itu.
namun beberapa detik saja kemudian
ia telah lenyap disantaplahap.
oleh siapa, aku tak tahu.
dan lalu tinggallah langit
seperti piring kotor belum dicuci.

sebentar jika gelap melingkup alam,
lampu malam satu per satu padam,
aku merangkak ke luar kamar.
diam-diam menjilat piring langit
sebelum dibersihkan hujan atau embun
sekadar menghibur perut lapar
lalu tidur memimpikan telur dadar.

2 thoughts on “telur dadar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s