berlatih menulis, berlatih berimajinasi

Ini salah satu cara saya berlatih menulis, melatih diri berimajinasi. Saya meminta seorang teman menyebutkan sejumlah benda. Dengan modal benda-benda itu saya memaksa diri menuliskan sesuatu.

Tantangan seperti ini bisa dilakukan bersama orang lain yang juga ingin ikut berlatih. Saling melempar kata. Bandingkan hasilnya, biar seru.

Sebagai contoh, teman saya menyodorkan kepada saya kata: novel grafis, baling-baling, tangga, rahasia, tahi mata, majalah, kucing, capung, bola, mimpi, lemari, kardus, lelucon, bandit, dan nama.

Saya harus memasukkan 15 kata itu ke dalam ‘puisi’. Hasilnya? Silakan baca di bawah ini.

enam alasan mengapa aku tidak mau
meninggalkan kamar di hari cerah ini

sebab dulu kau mengajari aku memikirkan
beberapa alasan untuk setiap hal yang akan
aku lakukan.

1.

dengan menelusuri helai-helai halaman novel grafis,
aku mampu menjangkau cita-citaku: jadi seorang
bandit berkulit gelap dengan rambut kacau, membawa
senjata ke mana-mana dan menembaki setiap orang
yang aku curigai ingin mencelakai hidupmu,

hidup di mana menumpang juga hidupku dan harusnya
menampung hidup sejumlah anak kita.

2.

naik turun tangga selalu membuat aku merasa orang
paling plin-plan yang pernah hadir. dan aku tak bisa
menghindar dari mengira bilah-bilah pagar besi
sebagai baling-balingku yang berhenti berputar,
sudah pensiun dan tak mampu lagi membawa
mimpi-mimpiku terbang ke mana-mana

—ke tempat pelarian menyembunyikanmu,
misalnya.

3.

berada di dalam kamar dengan jendela dan pintu
tertutup adalah menjadi rahasia bagi orang lain.
ayo tebak, pakai baju apa aku hari ini! baju merah
atau hijau? baju ungu atau biru? sudah lama aku
tak hidup dengan rahasia. di luar rumah, semua
orang terlalu pintar untuk sekadar menebak
keinginan orang lain.

mulai hari ini aku mau belajar hidup
dengan memelihara satu atau dua rahasia.

4.

aku tak perlu terusik oleh air mata dan tahi mata
yang mengaburkan pandanganku pada sesuatu.
tak ada seorang pun yang akan mengizinkan aku
menikmati kegilaan-kegilaan masa kanakku. aku
tak dibolehkan mengumpulkan air mata dan tahi mata
lalu membentuknya jadi bola seukuran telur, sebagai
perumpamaan gumpalan waktu yang pernah kumiliki
dan memajangnya di lemari. tak ada orang membiarkan
aku jadi lelucon seperti tren busana yang tercetak dan terjebak
di majalah dan koran tua. sementara sesekali aku sangat rindu

mencampur kesedihanku dengan sedikit saja tawar tawa.

5.

rumah tangga dalam kardus berisi tiga ekor kucing
di bawah kolong tempat tidurku adalah rumah tangga
paling bahagia yang dimiliki kota ini. sebuah keluarga
yang pernah tercatat dalam mimpi kita, lalu pelan-pelan
harus aku hapus. sepasang suami istri dan satu anaknya
—tak penting laki atau perempuan sebab tuhan sepatutnya
dilibatkan juga dalam persoalan-persoalan semacam itu.

6.

aku ingin bermain-main dengan seekor capung
yang terjebak di jendela, capung kuning kenangan
yang aku lihat saat bangun pagi tadi. aku ingin mengajarnya
bicara lalu mengajaknya berbincang rupa-rupa perihal.
aku ingin merawatnya, mencintainya dan memanggilnya

dengan namamu.

 

Ah, hasilnya tidak bagus, tapi menyenangkan melakukannya.

Bagaimana? Kamu tertarik ikut melakukannya? Silakan ikut bermain. Ajak teman-teman kamu atau minta bantuan adik kamu. Selamat berlatih!

9 thoughts on “berlatih menulis, berlatih berimajinasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s