duri sendiri

kau dengar dari dalam mimpimu
aku memohon? “lukai aku sekali
lagi. sekali lagi. aku rindu…”

ah, perihal paling meragukan
di dunia adalah usia, kekasih.
cintaku, umpama, mungkin lebih
tua dari usiaku. dan siapa mampu
memastikan ia tak akan hidup
lebih lama lagi.

semua obat, termasuk waktu, bisa
berubah jadi bisa membuat lebih parah
perih

maka mari tempuh seluruh perih
supaya sampai kita di kelopak
luka—yang merah dan wangi

tempat para peri menari
meniru ini cinta—tajam mata duri
yang bahagia menyakiti telapak kaki,
menemukan letak taman bunga
milik anak-anak kita kelak,

duri yang pulang dan mekar lagi di tangkai mawar

tapi, tidak, aku yang sedang bermimpi,
bukan kau yang sudah pergi. aku
sudah lama sendiri. berdarah

tertusuk duri sendiri

ah, tinggal usiaku kini
saling kejar dengan cintaku—siapa
yang akan mampu mempertahankan
nafasnya lebih lama?

tidak kau dengar dari dalam mimpiku
aku memohon?

“lukai aku sekali lagi.
sekali lagi. aku rindu melihat kau
menyesal.”

14 thoughts on “duri sendiri

    • eh, ada yang malam-malam naik sepeda ke blog saya. terima kasih, terima kasih. *sodorkan menu* banyak puisi lain loh, om.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s