sajak di saat hujan

 

jika saja waktu dan kenangan adalah layang-layang
sudah kugulung benang-benangnya dan kugunting
bagian yang tak kuingin.

hari itu, hujan curah tak deras namun lama.
kaca jendela berembun hingga tak perlu juntai tirai
sebagai selubung. tak ada orang yang akan melihat kita, bisikmu.
lalu kau buka kancing-kancing baju dengan tangan gemetar
memperlihatkan kerumunan tahi lalat yang kau rahasiakan
di sisi kiri payudaramu yang perawan menawan.
kau tuntun tanganku menghitungnya satu per satu,
tetapi aku gagal menyebut jumlah.

setiap hujan seperti ini, aku berkeringat teringat
hangat tubuhmu, dan meski kukatup mata sepenuh tutup
sedikitpun tak ada terlupa, seluruh benar-jelas-selalu.

tahi lalat yang tak pernah aku tahu jumlahnya itu
kini menjelma jutaan belatung yang tak kenal kenyang.
usiaku hanya bangkai-bangkai kucing dan anjing.

jika saja waktu dan kenangan adalah layang-layang,
di saat-saat hujan begini, sudah ada seorang lain perempuan.
sebelah pahanya jadi bantal, sebelah tangannya mencabut
uban-uban di ubun-ubunku.

~ coba membaca sambil mendengar suara hujan. langsung saja buka http://www.rainymood.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s