pelukan

 

1

sudahkah kau memeluk dirimu hari ini?

masih aku ingat pertanyaanmu itu
dulu aku tak bisa menjawabnya
tetapi begitulah kau, selalu begitu,
jika ada pertanyaan kau lontarkan
sudah kau siapkan juga jawaban

lenganmu memang terlalu pendek buat tubuhmu
tetapi tentu saja cukup panjang buat tubuhku

lalu kau merasuk ke dalam pelukanku
dan berdiam di sana

masih kau simpan pelukan itu?

kita bertanya serempak
lalu sama-sama terbahak

pelukanlah satu-satunya
jawaban atas pertanyaan itu

lalu benam kita ke dalam kenangan

2

istriku lebih suka memeluk dari pada berkata-kata:

aku mencintaimu, nak!
aku mencintaimu, pak!

seolah-olah dua lengannya
bisa menyampaikan semua rahasia

anak-anak kami tumbuh
lebih mencintai lengan dari pada kata-kata

itulah sebabnya istriku setiap malam
berdoa agar ia bisa jadi seekor gurita
dan semua kami bisa masuk ke dalam
pelukan tangan-tangannya

3

satu per satu tubuh
akan lepas dari pelukan
lalu lengan-lengan kita
mulai mengenal sengketa
mulai mengenal senjata

tubuh memang ditakdirkan
awalnya jadi milik pelukan
lalu kemudian milik peluru

 

hug

1.

have you hugged yourself today?

i still remember that question.
i was not able to answer it.
but there you were, you always so,
if you ask questions
you have had the answers.

your arms are too short for your body.
but certainly long enough for me.

then you came into my arms
and dwelt therein.

do you still keep that hug?

we asked each other.
then we laughed together.

a hug is the only
answer to the question.

then buried us into memories.

2.

my wife prefer to hug than to say a word:

i love you, boy!
i love you, husband!

as if the two arms
can convey all the secrets.

our children grow
loving arms more than words.

that is why every night my wife
prayed to be an octopus.
and all of us come into
the hugs of her hands.

3.

one by one, the body
will escape from the hug
then our arms
began to carry guns
and wars.

the body was destined
to belonged to a hug
then later owned by bullets.

 

— diterjemahkan oleh @fatimaalkaff

4 thoughts on “pelukan

  1. omg! TOMAT!
    siswanto banget malem2 kepala cenut2, bete nungguin buffering & blogwalking nemu tomat seger.
    jujur, saya minta maaf, ga komen dulu tentang kontennya. saya terpana pada tomatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s