Selamat Pagi, Dian

Sebelum subuh aku terjaga.
Aku memandang langit kosong
dan aku mengisinya dengan seluruh
hal yang tidak aku miliki.

Di dadaku ini
cuma ada doa-doa.
Harapan.

Aku menunggu hingga pagi.

Saat matahari datang,
aku berdiri membelakanginya,
membiarkan punggungku hangat
sambil membayangkan bayanganku
yang memanjang itu mampu
mencapai kakimu di barat
sana.

Aku memejamkan mata,
mengingatmu, mengingatmu,
membiarkan kau menyentuh
pikiranku yang masih segar.

“Selamat pagi, Dian,”
bisikku.

Iklan

4 thoughts on “Selamat Pagi, Dian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s