Petang yang Memandang dari Jendela

langit masih dipenuhi mereka,
awan-awan yang sama, katanya,
yang datang bersama pagi sejak kemarin:
bebongkahan berwarna gelap masa lalu,
seperti gambar-gambar yang tak sempurna
terhapus.

april tidak memiliki cukup persediaan
angin untuk menjauhkan atau menjatuhkan
mereka, pikirnya.

tetapi tiba-tiba ada sehelai daun
jatuh dan mati di kaki jendela dan

ratusan burung berwarna putih
melintas seperti anak-anak panah
yang dilesatkan oleh entah siapa.
mereka terbang membentuk
satu anak panah raksasa.

di barat tidak ada matahari
tetapi ada cela seluas pintu.
di dalamnya ada yang memerah
seperti api berkobar membakar
perabot-perabot di sebuah rumah.

barangkali ke sana burung-burung
itu menuju, hendak memusnahkan
sayap-sayap mereka, katanya.

lalu ia menutup jendela dan masuk
ke dalam gelap.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s