selusin puisi kecil – 11

 

satu –

tubuhmu di rengkuh sepasang lenganku

adalah kekuatan yang mampu melucuti senjata

dari seluruh yang bersengketa.

 

dua –

engkau adalah telaga

yang memberi minum langit

yang selalu dahaga.

 

tiga –

kedatanganmu adalah bencana

yang memporak-porandakan kota-kota indah

yang pernah aku bangun di ingatanku.

 

empat –

engkau membuat aku mampu menyentuh langit

dengan seluruh keterbatasanku.

 

lima –

kelak engkau adalah kenangan

paling indah bagi kehidupan

dan kekasih terbaik kematian.

 

enam –

hatimu adalah kamar hotel paling nyaman

ketika aku berada jauh dari rumah.

 

tujuh –

di jalan-jalan lengang

atau lengan pohon-pohon di palestina,

ada kisah cinta tak terbaca, bagai dedaunan kering.

 

delapan –

kau adalah mimpi yang tak akan kubiarkan

menjauh dari tungku penghangat di hatiku

dan bintang-bintang di pikiranku.

 

sembilan –

cintamu adalah upaya matahari bertahan

membasuhkan cahaya ke wajah bumi

yang setiap hari dinodai kesedihan.

 

sepuluh –

cinta, kekasih, adalah cara semesta

merangkak di bawah kakimu.

 

sebelas –

dunia menjadi jauh

lebih masuk akal, kekasih,

ketika memantul dari matamu.

 

duabelas –

seperti hujan, cintamu adalah cara laut

mengecup puncak-puncak gunung tertinggi.

 

Iklan

4 thoughts on “selusin puisi kecil – 11

  1. “dunia menjadi jauh

    lebih masuk akal, kekasih,

    ketika memantul dari matamu.”

    Saya paling suka sajak ini…! Saya share kemana2, entah kenapa indah sekali buat saya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s