selusin puisi kecil – 8

 

satu –

sebab tak tahu kata terakhir

yang akan mengecap lidahku,

aku mengucap namamu tak henti-henti.

 

dua –

di kepalaku ada padang rumput amat lapang.

di tepinya yang entah di mana ada seorang berjalan

sendiri. mungkin engkau.

 

tiga –

sejak kau pergi, entah berapa kali sudah

aku mengganti kacamata. rindu, seperti katamu,

pandai mengaburkan pandangan.

 

empat –

saat paling malam, saat seluruh alam hanya bayang-bayang,

bagi mataku yang buta engkau tetap kilau cahaya, sayang.

 

lima –

cintamu dengan seluruh kepedihannya, aku percaya,

akan cukup menghidupi kita berdua sepanjang perjalanan.

 

enam –

aku mencintaimu sebagai sungai

yang tak pernah menggelengkan kepala

dihadang rintang. aku harus sampai di lautmu.

 

tujuh –

sepanjang hidupku, telah kukunjungi begitu banyak tempat;

tapi kamu mampu membuatku bersikeras tinggal dalam mimpi.

 

delapan –

andai engkau mau menyelam lebih dalam di dadaku,

engkau akan menemukan yang engkau cari.

dirimu sendiri.

 

sembilan –

langit dan bintang-bintang, mata dan air terjun,

juga waktu dan cinta. telah terlalu banyak yang jatuh

buat membangun aku.

 

sepuluh –

kelak aku, kau, dan cinta akan menjadi sekadar konon

dalam lembar-lembar dongeng pengantar tidur.

 

sebelas –

di dalam diriku ada sebatang seruling,

menunggu kau datang mengecupkan angin.

 

duabelas –

cinta adalah lukisan matahari.

mataku tak henti mencipratkan hujan

dan jemarimu kuas yang menciptakan pelangi.

2 thoughts on “selusin puisi kecil – 8

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s