selusin puisi kecil – 6

 

satu –

bertahun-tahun di dadaku ada lebih banyak mendung

daripada hujan. tangis yang menolak jadi gerimis,

perih yang tertahan.

 

dua –

mendung yang mengandung hujan itu memandang ke bumi,

menanti seorang yg sedih melintas. aku tak keluar rumah hari ini.

 

tiga –

kepada angin yang melintas

dan kau yang berjalan agak mendongak,

bunga-bunga memegang dadanya,

merunduk memberi hormat.

 

empat –

dari bangku taman tua di sebuah puisiku,

kau menatap mataku sebagai orang asing.

 

lima –

malam ini tidak ada siapapun

yang memisahkan kita, sayang,

selain bulan.

 

enam –

setiap pagi ingin sekali aku menyampaikan

kabar gembira ini kepadamu: aku masih hidup

dan mencintaimu.

 

tujuh –

cinta adalah sepasang mata.

kau mata pancing, aku mata ikan

yang terluka.

 

delapan –

seluruh kota di mana kau tak ada di sana

adalah kota mati.

 

sembilan –

aku dan kau kini sejauh atau sedekat dadaku

dan selembar foto masa remajamu yang selalu didekapnya.

 

sepuluh –

di luar cuma ada badai.

sepasang lenganmu terentang,

tubuhku pengungsi.

 

sebelas –

ciuman singkat di kelopak mataku malam itu

telah memejamkan hatiku selamanya.

 

duabelas –

seringkali aku tetap merasa bahagia, meski pun aku keliru.

misalnya ketika aku mengatakan: kau ada di dekatku.

One thought on “selusin puisi kecil – 6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s