selusin puisi kecil – 4

 

satu –

maukah kau menahanku, menarik tanganku,

sebelum aku keluar dari mimpimu?

 

dua –

cepat atau lambat

yang kau namakan selamanya

akan menemukan tepian.

 

tiga –

aku membentuk debu-debu ini

menjadi tubuhku kembali. untukmu.

 

empat –

bunga-bunga sakura yang berjejatuhan di taman ueno

tak pernah mampu melupakan mata kita yang buta, sayang.

 

lima –

hujan membuat dirinya sendiri kedinginan.

aku tak bisa menangis. jendela berkaca-kaca.

 

enam –

malam di tepi kolam. aku sekilas menangkap

bayanganku bercahaya menatap wajahku yang basah.

bulan kembali ke balik awan.

 

tujuh –

dari ruang tunggu pemberangkatan,

aku menelpon ke rumah, meninggalkan

pesan buat diriku sendiri.

 

delapan –

malam ini, dari jendela, aku melihat matahari pagi

yang sudah tidak ada di tempatnya.

 

sembilan –

berjalan di bawah matahari pagi yang hangat,

kau menggandeng tanganku. ah, mimpi yang indah

di musim hujan!

 

sepuluh –

kau tak henti bernafas di paru-paruku.

nafasku tak mampu menjangkau pori-porimu.

 

sebelas –

waktu merasa mengulang-ulang perjalanannya

dalam cintaku kepadamu.

 

duabelas –

aku sedang tersenyum kepada seseorang

yang sedang tersenyum di ingatanku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s