selusin puisi kecil – 3

 

satu –

andai dia mau menyelam lebih dalam di dadaku,

dia akan menemukan yang dia cari. dirinya sendiri.

 

dua –

aku tak mampu menghentikan langit

yang jatuh sepanjang tahun.maka

aku tahan musim hujanku sendiri

dengan tersenyum.

 

tiga –

satu-satunya perihal yang aku sesali, kekasih,

adalah tidak hidup lebih lama agar bisa menyesali

lebih banyak perih.

 

empat –

bulan berenang-renang di wajah sungai, seperti cintaku.

tetapi betapa banyak orang menyeberangi sungai, seperti cintamu.

 

lima –

kau akar pepohonan yang subur.

aku matahari yang tumbuh menguning

bagai dedaunan gugur.

 

enam –

aku mengikatkan lenganmu

di tubuhku setiap kali tidur,

bahkan ketika aku sendiri.

 

tujuh –

di tepi jalan lengang itu kabel telepon putus.

seekor burung murung mati sebelum tiba di sarang.

aku berhenti sejenak.

 

delapan –

tidur, bagiku, kadang-kadang satu-satunya tempat

buat mimpi buruk bisa terpejam beberapa jam.

 

sembilan –

mari, mendekatlah. masuklah ke dalam dekapku.

biarkan aku membersihkan hari-hari buruk dari dirimu.

 

sepuluh –

di dunia yang terbelah-belah ini, aku akan terus

mencari hingga kau menemukan aku.

 

sebelas –

udara adalah persimpangan. harapanku dan kenanganmu

barangkali sering berpapasan, tetapi tak saling mengenal.

 

duabelas –

sayap rinduku selebar langit.

di manapun kau berada,

kau berteduh di bawahnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s