selusin puisi kecil – 2

 

satu –

ke telaga ini kulempar batu kecil.

semoga ia bertemu kerikil

yang kaulempar saat matahari

tenggelam di hari terakhir itu

 

dua –

aku dan senja jatuh cinta kepada beranda,

tempat bercanda dengan perih rindu

atau perihal lain yg kusapa dengan sepi.

 

tiga –

aku sering diserang perasaan paling murung

melihat kepak riang sayap burung-burung

pulang sarang. di manakah kau, sayang?

 

empat –

kepergian yang telah kau amankan

adalah kepulangan yang selalu aku aminkan.

 

lima –

di taman berselimut kabut

itu ada bunga sedang mekar,

bagai lukisan dalam mimpi

dan aku ada di lukisan itu.

menatapmu.

 

enam –

“draft pertama sebuah cinta

sebaiknya ditulis dengan pensil,”

katamu sebelum pergi. tapi aku

keburu menulisnya dengan pisau.

 

tujuh –

aku bertahan sebab dunia tersenyum di lukaku

dan terluka di senyum kekasihmu, kekasih.

 

delapan –

kelak ada kisah tentang seorang

hidup sendiri dan bahagia.

ia menyimak angin,

bercakap dgn senja,

dan merawat cintanya.

 

sembilan –

sebab bulan mengecup baik yang bersedih

maupun yang tak bersedia mencintai,

aku hadapkan wajahku ke langit selalu.

 

sepuluh –

aku telah menyembunyikanmu

bahkan dari diriku sendiri.

 

sebelas –

kau tahu aku mencintaimu

bukan karena kau butuh.

aku mencintaimu karena aku

butuh cintaku kepadamu. aku tahu.

 

duabelas –

sepohon jati tua tumbang di tengah belantara.

kau akan tahu hanya jika kau berada di sana.

seperti itu senyumku.

One thought on “selusin puisi kecil – 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s