selusin puisi kecil – 1

 

satu –

seluruh bintang yang masih menyala

di musim hujan panjang ini,

meminjam cahaya dari matamu.

 

dua –

maut telah berulangkali bunuh diri

karena putus asa tak mampu mencabut

cinta dari ubun-ubun kita.

 

tiga –

saat melihat seekor burung gereja

meloncat-loncat di pagar, aku mengenangmu

dan di dadaku ada cinta pertama berdebar-debar.

 

empat –

selepas perpisahan cinta adalah alamat

yang tetap setia menerima surat

dari dua pengirim,tetapi tak ada

yang membacanya.

 

lima –

aku tak ada di sini, di tempat aku mengirim surat ini

kepadamu; aku sedang di sana menunggunya,

di matamu yang berkaca-kaca.

 

enam –

aku anak kecil yang menangis

melihat bulanditelan awan bermulut raksasa itu

dan rinduku langit yang butuh ditopang.

 

tujuh –

rindumu adalah yang selalu pulang mengetuk pintuku;

tetapi selalu hilang ketika aku membukanya.

 

delapan –

harapanku selalu semerah irisan tomat,

sesegar potongan mentimun,dan sewarna senja

di jus wortel-jeruk sarapanmu.

 

sembilan –

semoga kecupan sajak cinta ini

tak sampai kepadamu, tak sampai

ke pikiranmu yang memeluk orang lain.

 

sepuluh –

aku lekuk liku gua di telingamu,

memanggul panggilan sendiri.

aku sumber mata air di matamu,

membasuh basah sedih sendiri.

 

sebelas –

seluruh dedaunan hijau akan luruh

jadi kuning. sementara jauh dari jangkauanmu

kuning kenangan tumbuh jadi tambah hijau.

 

duabelas –

kenangan adalah negeri paling asing,

bagi setiap orang, di sana hanya hidup seseorang.

selebihnya hanya bayang-bayang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s