Mengalimatkan dan Mengalamatkan – Bagian 5 – 8

5. Jantung Angin

apakah ini perjalanan kembali atau berangkat ke langit?

kita melebihi burung atau capung yang tidak mampu mengapung di atas sayapnya. kita berada di jantung angin, bergantung seperti angan. sepasang yang melebihi semuanya.

ini kendaraan yang bening umpama balon-balon sabun. ringan umpama kesunyian yang perawan. akan kau bawa ke mana aku? pertanyaan kita kepada kita.

perjalanan akan tiba ke perjalanan. kau dengar itu kutipan yang belum pernah melewati bibir atau alat tulis siapapun?

ini jantung yang bisa mengubah diri jadi seluruh keindahan—kembang atau tembang—yang tak bimbang kepada gelombang. kau pernah hidup sebagai laut dan aku garam yang kau hirup. aku pernah ikan dan kau cahaya sayapku yang kunang-kunang.

kita sedang di jantung angin, sayang. melayang-layang.

(hujan masih terjaga dan aku hanya punya kertas juga pensil. maka aku tulis puisi ini, yang amat gelap seandainya tiada kau di dalamnya. aku membayangkan matamu yang berkilau-kilau oleh air mata yang menolak terpendam sebagai rahasia—mata air yang bahagia.)

6. Lingkaran Cuaca

sesungguhnya aku dan kau sedang singgah di sebuah perjalanan. karena para peramal, di hari sebelum kita berangkat, mengatakan pengumuman. besok tidak ada cuaca. jangan pergi jauh dari diri!

aku ingin kembali ke dalam diriku tetapi aku merasa lebih diriku di dalam dirimu—yang senang mengajakku ke mana-mana. kau adalah dunia yang memuat dirimu dan siapapun yang kau mau.

aku mengangankan kau menginginkan aku. diriku hendak tinggal di dirimu dan tidak tanggal darimu.

(aku berharap ini bisa lebih panjang, lebih jauh dari yang mampu dijangkau kata-kata, tetapi bahkan puisi adalah takdir melingkar sebagaimana cuaca. aku seperti tak ke mana-mana setelah tiba di sini dan di sini.)

7. Waktu atau yang Memeluk

setiap petang, menjelang malam menyala, aku merasa selalu sebagai ikan yang sengaja menjatuhkan diri dari langit. lalu setiap kali tidurmu, yang kaca akuarium, pecah dan meluap aku menjadi kunang-kunang. kembali ke langit untuk jatuh.

seekor ikan jatuh cinta kepada akuariumku setiap malam. kau menulis itu di lembar-lembar catatan harianmu sambil tersenyum. aku tidak tahu tentang kau itu nyata di dalam mimpi atau mimpi di alam nyata. tetapi begitu.

mimpi barangkali cuma berjalan dari tidur ke tidur. sementara perjalanan berangkat dari satu mimpi untuk sampai di mimpi yang lain. begitu terus-menerus hingga suara pengumuman yang menggetarkan itu tiba. hendak melepas yang memeluk.

kepada semua yang masih berada di dalam, mohon keluar. lima menit lagi waktu akan dikosongkan!

pelukan pecah meskipun aku belum punya lengan dan tubuhmu.

(kepalaku sedang dipenuhi kekosongan. maka aku tulis puisi melulu tentang kekosongan dalam setiap waktu yang berjalan terburu-buru. seperti puisi ini, yang berharap kau bisa lebih dekat dariku, lebih dekat dari seluruh dekap tubuhku.)

8. Asin Awan

aku asin yang jatuh dan hilang dalam hujan, yang membasahi jalan-jalan, yang kau temukan telah hilang ketika kau pulang dari pasar malam. seekor ikan, yang bercahaya, adalah isyarat belaka bahwa laut dan bintang tak pernah jauh dari tubuhmu, mungkin di matamu—yang sesekali jatuh.

kesedihan yang kau sebut benih itu, rawatlah! sungguh, aku kelak ingin menemanimu pada pesta panen.

aku dan seluruh doa dalam puisiku tak mengapa menjadi garam lalu menjadi awan untuk kawin dengan kedua telapak tanganmu yang tengadah dan bersabar pada janji-janji.

(kadang-kadang aku berharap jarak antara pulau ini dan kau di pulau sana vertikal—laut menggantung di tengah-tengah. maka tak mampu aku menghindari untuk tak menyebut hujan dalam puisiku, hujan yang selalu aku bayangkan jalan-jalan atau kabel telepon yang menghubungkan kita.)

Iklan

One thought on “Mengalimatkan dan Mengalamatkan – Bagian 5 – 8

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s