Plastisin

~ Gunther von Hagens

kami, mayat-mayat, terbuat
dari lilin atau tanah liat
yang tak lagi mereka lihat
menggeliat

maka kau nyalakan senyum kami
dalam kotak-kotak kaca, galeri-galeri,
panggung sirkus, brosur atau kursi
di depan hitam-putih papan catur
atau gambar-gambar kartu remi

hidup tidak lebih permainan
di depan mayat kita sendiri,

bukan?

lalu kau jajakan kami di internet
sebagai benda-benda seni

kematian lebih berharga
dari kehidupan kita,

bukan?

*

kami, mayat-mayat, adalah peti mati
bagi kehidupan orang lain

siapa yang tak bercita-cita
punya hidup melampaui usia
kenangan mereka sendiri?

mereka masih ingin menikmati
lebih lama senyum ibu dan kekasih

setiap hari di doa mereka,
kami selalu disebut-sebut
sebagai mahluk berbahaya

*

mereka, patung-patung yang masih mengingat,
memelihara kematian orang lain
dalam kehidupan mereka

sementara kami, mayat-mayat,
menyimpan rahasia dan kenangan
kami sendiri

setiap mayat pernah membenci
dirinya sewaktu masih hidup

*

dengan pisau bedah
kau bedaki tubuh kami

dari ruang praktek dan tanganmu
kami memulai hidup kami
yang baru

dan kami bisa melanjutkan
merayakan ulang tahun kami

tidak ada kematian bagiku. cuma
seni dan permainan

tapi kelak kau menjadi bagian
dari kami, mayat-mayat—

yang seolah-olah menggeliat,
seolah-olah tersenyum hangat

menyapa mereka.

Padang, 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s