Perihal Perih Paling Parah

:ucu agustin

tiba-tiba aku jadi pandai berandai-andai

engkau sampai kepadaku dan melompat
dari dadaku selamat datang yang hangat

aku rumah butuh penghuni—sebab mendadak
kadang datang seorang tukang sensus penduduk
bertanya, “kau sudah memiliki seseorang, tidak?”

(dia telah jemu bertamu dan cuma bertemu aku
memeluk diri sendiri, bukan memeluk engkau)

engkau yang baru saja tanggal, entah dari dahan
siapa, butuh tempat tinggal agar mampu bertahan

tapi engkau tiba-tiba butuh mengucapkan pamit
dan aku mengecupkan selamat jalan yang pahit

tiba-tiba aku jadi pandai berandai-andai
cerita lengkap seperti itu sungguh terjadi

engkau sampai kepadaku berulangkala,
lalu engkau pergi dariku berulangkali.

sebab aku dan engkau, dua tubuh
yang selalu butuh perih yang lebih,
perih yang parah, perih paling aduh,
untuk tumbuh jadi sepasang kekasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s