Soneta Perihal Perih

Aku pergi bersama bibirku jauh
dari setiap kuping dan kening.
Ucapan dan kecupan akan jatuh
dan hanya menyentuh hening.

Aku memiliki nama-nama baru
buat menyalahalamatkan ngilu
rindu atau sesal yang memburu
diberi waktu sekali lagi menipu.

Ini hilang yang tak kenal pulang
atau pulang yang tidak ke mana
selain menjelang ke lain hilang.

Tetapi aku tidak meninggalkan kau
walau di sini aku cuma diri sendiri.
Di manapun aku selalu bisa kaujangkau.

One thought on “Soneta Perihal Perih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s