Teluk Puntondo, Suatu Senja

Menjelang petang, langit belang-belang.
Seperti ingatan. Seperti kenangan.
Ungu-biru-ungu-biru-ungu.

Dedaun bakau yang hijau dan payau
aku dengar seperti kau berceracau.

Pergilah kau!
Pergilah kau!
Lupakan aku!

Namun dingin angin
mengantar lagi iring-iring
segala angan, segala ingin.

Jangan! Jangan itu kau katakan!

Menjelang petang, langit belang-belang.
Seperti kenangan. Seperti harapan.
Ungu-biru-ungu-biru-ungu-hitam.
Membentang, memanjang, memanjang,
lalu menjelma bayang-bayang.

Takalar, Oktober 2005

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s