Cinta yang Marah, 1

#1

Jika Kau Terpaksa Berpisah dengan Aku atau Kau Menanggalkan Janji dan Meninggalkan Aku, Mungkin dengan Seorang Lain Kau Menikah Kemudian ke Sebuah Kota Jauh Kau Pindah Mengikuti Suami Kau yang Bekerja di Sana

sungguh-sungguh, seluruh sisa usia yang aku punya habis hanya buat menyatakan mimpi masa kecil aku: pemain biola, perancang busana dan penulis obituari. ketiganya selalu kau namai lelucon yang tidak mampu membuat seorang pun di dunia tertawa, termasuk diri kau (meski setiap usai mengatakan itu kau sakit perut tertawa)

kalender atau waktu atau apapun namanya akan menjerumuskan kau jadi renta dan lupa pada ciuman yang aku dan kau curi di toilet mesjid, sebuah es krim yang aku dan kau jilat bergantian dan bahkan nama aku yang hurufnya hanya sedikit

aku terus menggesek senar biola atau mengawinkan benang dan kain atau mengata-ngatai kematian dan sebab itu seluruh kau masih jelas bahkan huruf terakhir yang kau sebut kali pertama menjanjikan kesetiaan

suatu kala kelak kau tak akan pernah tahu pakaian yang kau kenakan dijemput maut pernah membuat jemari aku tertusuk mata jarum berkali-kali saat menjahitnya

suara biola yang mengantar mayat kau ke pemakaman: tangis aku

juga tentu saja aku menuliskan obituari singkat untuk kau yang dimuat di koran persis di samping obituari aku sendiri

-Sajak pertama dalam buku Cinta yang Marah: Serangkai Sajak (2009)

One thought on “Cinta yang Marah, 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s