Suatu Siang di Ruang Sidang…

Suatu Siang di Ruang Sidang,
Mereka Datang Bertandang
ke Dalam Tidurku yang Dalam

“ada yang tidak pernah diketahui
wartawan yang riang mengaburkan
(mereka lebih senang bilang mengabarkan)
kematian kami, mati-bunuh-diri kami:

catatan singkat yang tak sempat
kami tuliskan—karena, Tuan tahu,
sekolah jauh menghindar dari kami—

catatan (atau kalau mau sedikit
tidak sopan, bisa disebut surat)
untuk Tuan yang dengan tulus dulu
kami pilih waktu pemilu

‘sayang sekali, Tuan memberi
kami paket kemiskinan yang tak lengkap—
mengapa tidak dengan kematian sekaligus
seperti seharusnya? agar kami tak perlu
mencari cara mencuri kematian sendiri.’

namun jika catatan itu datang kemudian
kepada Tuan lewat mimpi. mau apalagi?
hanya bahasa mimpi yang lebih fasih
kami pakai, lebih mampu kami kuasai,

maafkan kami!”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s