Merayakan Ulang Tahun Pernikahan

Sendiri,

di kafe yang hanya berisi sepi dan kursi-kursi
ungu tua yang gugup menghadapi meja biru
laut yang membentang tenang dan luas,

saya berdoa.

*

Amin,

katamu, di kota lain, gagap dan enggan meniup
nyala lilin-lilin yang menyawa alangkah redup
persis nyali kau dan aku buat melayari hidup

sendiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s