Kisah dari Majalah Bekas yang Sobek

Aku suka membaca kisah ini sebelum tidur:

“Ia (tak disebutkan siapa namanya) masuk
ke supermarket yang baru sebulan buka,
supermarket yang menggusur lapangan
sepakbola di sebelah rumahnya. Hari itu,
hari Jumat yang hangat, ia berulang tahun.
Ia ingin menghabiskan uang tabungan
untuk membeli barang-barang kecil:
silet untuk sepasang ketiaknya, pemantik api
untuk musim hujan dan gantungan kunci
dari kuku kaki kuda untuk mengenang ayahnya.

Supermarket itu langit-langitnya penuh cermin
di dalamnya tubuh pengunjung berubah jadi aneh.
Ia tertawa, tawa pertamanya hari itu. Di sela-sela rak
ia berjalan sambil mendongak membuatnya tersesat
hingga ke bagian baju hamil dan pakaian dalam wanita.

Ia tertawa sekali dan sekali lagi. Di ujung tawanya,
tiba-tiba saja, ia mengingat pesan ibunya:

Hidup tak ubahnya toko pakaian
dan waktu hanyalah kamar pas.
Kau mencoba-coba baju atau celana
hingga bertemu yang kau rasa cocok.

Hidup tak ubahnya toko pakaian.
Kau tak bisa tinggal di sana. Usai membayar
pakaian yang kau suka, kau harus keluar.

Hari itu, ia batal membeli silet, pemantik api
dan gantungan kunci. Ia menukarkan uangnya dengan …”

Aku suka membaca kisah yang aku temukan
di majalah bekas yang sobek itu. Aku selalu berharap
bertemu bagiannya yang hilang di dalam mimpi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s