Dua Kisah Airmata

tentang bersatu atau tentang berpisah?

/1/

sore itu kamu membuka mulut hendak
mengatakan sesuatu tapi tiba-tiba tidak

dengan mulut yang terlanjur terbuka
itu kamu tertawa sungguh biasa

(hingga aku kira sesuatu yang urung
kamu katakan itulah meleleh menjadi tawa)

entah mulut atau tawa itu yang menghela
aku masuk ke dalam tenggorokanmu. lalu

aku merasakan kamu menelan aku

waktu membuat aku larut
mengair dan mengalir di dalam kamu

bertahun-tahun setelahnya
di sebuah sore yang serupa
tiba-tiba aku menemukan diri aku
jatuh sebagai air di mata kamu

/2/

suatu pagi aku bangun menemukan tubuhku
utuh seluruhnya telah berubah menjadi airmata
genangannya mengundang matahari masuk
lewat kaca jendela yang sudah lama pecah
buat mengangkutnya, buat mengangkatnya

kemudian aku sendiri, tersangkut di langit
menunggu sesuatu alasan kuat untuk jatuh

aku amat ingin melihat kamu di senja murung
dengan sepasang mata mendung memandang
langit yang sedang mengandung telur hujan

di matamu ada kesedihan yang hendak menetas
namun kamu tidak mau ada yang menyaksikannya

tepat saat itulah langit akan memecahtumpahkan aku
untuk menyembunyikan kesedihanmu yang menetes

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s