Di Suatu Desa Saat Satu Magrib Mulai Menyala

anak-anak mengajak ternak menanggalkan padang
para petani beranjak pulang meninggalkan ladang

gerumbul asap dapur telah berkumpul dengan kabut
putih bagaikan bebusaan yang membersihkan udara.

cekungan menyerupai laut sedang hikmat bersujud
di atap kampung menampung langit warna bening.

nyala dian dan bintang-bintang mengawali cahaya
mengajak ayun suara-suara di jalan menyepi ke tepi.

bayang-bayang datang dan bulan sabit memanjat
hingga di pucuk dedahanan gunung berdaun lebat.

suara azan memanggil dan memanggul nama tuhan
bulan sabit diam mengubah gunung jadi kubah surau.

diri di dalamku, alir doa masa kecil dan basah air mata
rindu membasuh tubuh dengan sesungai sembahyang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s