Buah-Buah Awan

Hadapkan, hadapkan wajahmu ke langit
dan saksikan kawanan awan yang merimbun
bagaikan belantara hutan putih yang memenuhi
ruang antara yang hampa menghampar tak dihuni

Harapan-harapan yang megap dan menguap
dari dadamu dan dadaku itulah yang menikah
kemudian mekar merekah menjadi awan.

Engkau tahu ada batang-batang menjulang tinggi,
tangga yang menopang rimbunan awan doa kita?
Akar-akarnya mencakar-cakar tubuh kita yang tanah.

Tabah dan tunggulah tiba buah-buahnya!

Kadang-kadang bunganya banyak jatuh menjenguk
keyakinan kita; apakah akan datang musim panen?

Kita tak butuh memanjat dan mematahkan
ranting-rantingnya. Suatu ketika akan runtuh
buah-buah itu menutup segenap atap rumah
dengan ramah, meruah bagai berkah tumpah
dan kita berdua tak bisa tak bahagia dan basah.

Kita akan mengucapkan syukur di dalam selimut,
di malam-malam selepas lunas pesta menjabat
tangan-tangan tamu yang mengecupkan selamat.

Jangan pergi! Sini kawani aku betah menanti, Sayang!
Sedikit lagi, sedikit lagi buah-buah awan akan matang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s