Sajak Berjudul Panjang #15


di suatu pagi, (mungkin pagi paling tenang di tahun kematianmu itu) kau menyajikan sejumlah pertanyaan tentang hari minggu sebagai menu sarapan untuk aku sembari memencet tombol mimpi (meminjam istilahmu untuk remote televisi) dan memindahkan ruang tengah dari satu kota marah ke kota lain yang parah mencari kota ramah yang tersisa

(sarapan yang kau sajikan itu baru sempat aku makan pagi ini, saat melihat seseorang mengutip kalimat-kalimatmu dalam puisinya yang dimuat di koran minggu)

apakah tikus (kecil atau besar sama saja) lebih suka laci meja di hari minggu yang lemas atau hari senin yang malas?

aku tiba-tiba membayangkan tayangan kuliner tentang sate tikus, tom mencium jerry di ruang sidang, dan percobaan di ruang laboratorium dengan membelah perut tikus juga, tentu saja, schrödinger’s cat

jika tahun dan tuhan sudah lupa bahwa hari minggu adalah hari libur, dengan apalagi keluarga kita bisa terhibur?

dari pintu terdengar: langkah orang-orang terpaksa berjalan ke gereja untuk sembunyi, teriakan buruh-buruh yang membawa ribuan poster yang berisi kata-kata orang mati, dan tetangga yang berteriak tinggi ingin melampaui lambungan harga bahan-bahan pokok

menurut pengalaman kau selama ini, nikmat mana bercinta dengan aku di hari minggu pagi buta atau di hari minggu sore rabun?

o, kenangan, mata kau cerah dan berair sepanjang tahun!

2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s